Kapal Pesiar Dawn Princess

Mataram, LombokInsider.com –Pulau Lombok saat ini telah menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang disinggahi kapal pesiar luar negeri ketika berkunjung ke Indonesia. Untuk 2016 ini, ada 18 kapal pesiar dari berbagai negara yang akan singgah ke Lombok, di mana pada Juli 2016 ini saja ada 4 kapal pesiar yang singgah dan berlabuh di Pelabuhan Lembar. Demikian disampaikan oleh Heri Nurcahyono, Direktur Lombok Paradise Tour & Travel, tour operator yang melayani Kapal Pesiar Dawn Princess, yang berlabuh di Pelabuhan Lembar, Sabtu (9/7) di Senggigi.

“Kapal pesiar Dawn Princess dengan kapasitas 2.500 penumpang itu berlabuh di Pelabuhan Lembar, langsung dari Australia, Sabtu pagi sekitar pukul 07.30 Wita. Dari jumlah penumpang itu, ada sekitar 700-an wisatawan yang turun ke darat dan membeli paket wisata tur kota, yaitu berkunjung ke sejumlah obyek wisata seperti ke Pantai Senggigi, Pasar Seni Senggigi, Cocotinus Sekotong, Taman Lingsar, Museum Negeri NTB, bahkan ada juga berkunjung ke Gili Trawangan,” jelas Heri Nurcahyono.

Menurut Heri, selain Wisman yang resmi membeli paket wisata di atas kapal, ketika kapal berlabuh juga ada sekitar 500 wisatawan yang turun secara mandiri untuk kemudian membeli paket-paket wisata yang telah disediakan berbagai biro perjalanan di Pelabuhan Lembar. “Karena itu kami menyediakan 20 bus par

Tari Gandrung. Wisatawan dengan antusias turut menari.

Tari Gandrung. Wisatawan dengan antusias turut menari.

iwisata dan puluhan kendaraan kecil dan 25 pramuwisata untuk melayani para wisatawan tersebut,” papar Heri.

Suguhan Atraksi Seni

Untuk menyambut para wisatawan tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB menggelar pelbagai atraksi seni di panggung terbuka Pasar Seni Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Tiga atraksi seni khas Lombok yang dipersembahkan Sanggar Mendur Putiq, pimpinan H. Abdul Hamid adalah drama tari Prahara Mandalika, tari gandrung dan terakhir seni ketangkasan peresean.

Ratusan wisman yang datang ke Pasar Seni Senggigi dengan mengunakan bus-bus pariwisata itu terlihat sangat terhibur dan senang. Sehingga ketika para penari gandrung mengajak para wisman itu menari dengan antusias mereka langsung berdiri dan menirukan gerakan-gerakan tarian khas Suku Sasak Lombok tersebut.

“Pagelaran pentas seni bagi para wisatawan kapal pesiar ini merupakan cara kami menyambut wisatawan agar merasa senang dan betah berlama-lama di Lombok. Harapannya, keramahan kita ini bisa membuat mereka terkesan, sehingga ketika kembali ke negara masing-masing bisa menjadi cerita indah yang penuh kenangan,” kata Kepala Disbudpar NTB, HL Moh. Faozal.

Selain itu sambung Faozal, yang terpenting dengan adanya giat-giat seni budaya ini bisa membangkitkan dan menggairahkan keberadaan sanggar-sanggar seni budaya di Lombok, untuk terus berkreasi dan berkembang. Dengan demikian aneka seni budaya khas Lombok maupun Sumbawa yang merupakan warisan leluhur nenek moyang, bisa terus dilestarikan. (LI/SP)

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono