Praya, LombokInsider.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang jasa angkutan penyeberangan penumpang, kendaraan dan barang turut mendukung pengembangan industri pariwisata di tanah air, khususnya wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan domestik dan mancanegara di Indonesia.

Secara psikologis, NTB memiliki arti penting bagi ASDP baik dari sisi operasional dan pelayanan transportasi laut maupun dari sisi tanggung jawab sosial perusahaan bagi masyarakat NTB, khususnya Desa Setanggor di Lombok Tengah yang diwujudkan melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam hal ini bantuan pembangunan balkon desa serta pembangunan perpustakaan untuk 2 Sekolah Dasar.

Adapun pembangunan kawasan balkondes ini merupakan komitmen BUMN untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dalam mendukung program Kementerian BUMN, “One Village, One BUMN” serta wujud nyata dari program “BUMN Hadir untuk Negeri”.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menyampaikan, sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung kawasan pariwisata Lombok.

PT ASDP mengucurkan dana Bina Lingkungan dari anggaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Tahun 2018 senilai total Rp700 juta yang terdiri untuk bantuan pembangunan balai ekonomi desa (balkondes) berupa Bencingah Desa Wisata Setanggor Lombok Tengah, sebesar Rp350 juta, Pendopo Adat Desa Sembalun, Lombok Timur sebesar Rp250 juta dan bantuan Taman Bacaan senilai Rp100 juta.

“Kami sangat menghargai dan mengutamakan nilai-nilai kearifan lokal dari masing-masing yang menjadi potensi besar dalam pengembangan Desa ke depannya. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan desa wisata Setanggor dan Sembalun dapat semakin dikenal luas khususnya di mancanegara, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia dan menambah pendapatan daerah bidang pariwisata,” tuturnya di sela Ground Breaking Pembangunan Bencingah Desa Wisata Setanggor, Lombok Tengah, Rabu (18/4).

Menurutnya, selain berkiprah dalam hal konektivitas dan logistik, ASDP juga mulai menfokuskan diri pada sektor pariwisata. Diketahui, NTB memiliki potensi sumber daya yang sangat besar di sektor pariwisata. Terdapat banyak lokasi wisata potensial di NTB, dan salah satunya adalah Desa Setanggor di Lombok Tengah.

Desa Setanggor menjadi salah satu dari 10 top desa wisata nasional, yang berada di Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah yang memiliki ragam potensi kearifan lokal pedesaan dan keindahan alamnya yang menjadi daya tarik tersendiri. Setidaknya ada 14 spot destinasi wisata yang bisa dinikmati di desa ini, diantaranya: Wisata Seni Budaya, Gong Keramat berusia 200 tahun lebih, Wisata Tenun, Wisata Peternakan, Wisata Pertanian, Wisata Agro, English Fun, Wisata Religi, dan Cassava Garden.

Selain dukungan terhadap pengembangan kawasan desa wisata, PT ASDP juga memberikan bantuan terhadap Taman Bacaan sebagai wujud dukungan terhadap program literasi nasional.

Padat Karya Tunai

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Bersama Kementrian BUMN, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), bersama dengan PT PAL Indonesia (Persero), PT Istaka Karya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) melaksanakan kegiatan sosial pembangunan saluran air dan talud jalan ke destinasi wisata di Setanggor dengan skema Cash for Work (padat karya tunai), kegiatan bersih sungai dan pelepasan benih ikan ini melibatkan 230 orang masyarakat desa.

“Momentum HUT ini kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk bersinergi membangun kawasan Desa Wisata Setangor sehingga akan lebih dikenal,” ujarnya.

Sementara Plt. Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap bantuan ini. “Kami mewakili Pemkab Loteng sangat mengapresiasi adanya bantuan pemerintah pusat melalui BUMN, ini merupakan suatu kehormatan bagi kami, karena mendapat perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat, khususnya untuk menunjang sektor pariwisata kami,” tuturnya.

Tentang PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)

PT ASDP merupakan BUMN yang berdiri sejak 1973, yang saat ini mengelola 29 kantor cabang dan 35 unit pelabuhan yang tersebar di seluruh Indonesia. Perseroan mengoperasikan 146 unti kapal, melayani 206 lintasan yang menghubungkan 242 Kota/Kabupaten di Indonesia.

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com