Mataram, LombokInsider.com – Potensi pariwisata Provisinsi Nusa Tenggara Barat akan di promosikan pada ajang Annual Meeting (AM) International Monetary Fund (IMF) – World Bank Group (WBG) 2018 di Nusa Dua Bali, pada 11-14 Oktober mendatang. Hal ini ditegaskan Abdul Hadi Faishal, Ketua PHRI NTB di Mataram, beberapa waktu lalu.

“Lombok punya banyak potensi wisata yang bisa menjadi daya tarik bagi para peserta pertemuan tersebut. Keanekaragaman seni dan budaya, kuliner, pantai, lembah dan banyak lagi yang bisa kita jual. Selain itu momen ini bisa jadi promosi gratis tanpa harus jauh-jauh pergi ke 189 negara untuk berpromosi,” kata Hadi.

“Ini juga merupakan kontribusi dan upaya kita dari PHRI untuk dapat mencapai target 4 juta kunjungan wisatawan pada 2018 ini. Jangka pendeknya kita akan berusaha membawa sebagian dari mereka untuk datang ke Lombok, namun target jangka panjangnya adalah bagaimana NTB akan semakin dikenal dan mendunia,” lanjut Hadi.

“Saya bersama, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan NTB Taukhid dan Ketua Asosiasi Hotel Mataram Ernanda Dewobroto berhasil melakukan pertemuan perdana dengan Panitia Nasional Annual Meeting (AM) International Monetary Fund (IMF) – World Bank Group (WBG) 2018 yang diwakili oleh Bapak Susiwijono (Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi) yang bertindak selaku Ketua Pelaksana Harian, di Nusa Dua – Bali,” jelasnya.

Menurut Hadi, pertemuan tersebut mengagendakan tentang kesiapan PHRI NTB bersama semua unsur pelaku bisnis MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di NTB dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mendukung sukses penyelenggaraan AM IMF–WBG 2018 di Indonesia, yang merupakan event terbesar di dunia tersebut.

Sementara Ernanda Dewobroto, selaku Wakil PHRI dan juga Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) mengatakan hal senada dengan Abbdul Hadi.

“Dengan adanya kegiatan AM IMF-WBG kita bisa banyak menghemat waktu dan biaya untuk promosi. Kita akan segera berkoordinasi bersama dengan pemangku kepentingan dan pelaku pariwisata NTB untuk persiapan dukungan MICE player even besar tersebut,” ujar Ernanda.

“Berbagai persiapan telah kami lakukan, diantaranya koordinasi untuk memasukan semua link hotel dan restoran kedalam website resmi pertemuan IMF tersebut, juga video tentang keindahan destinasi yang ada. Jadi nantinya para peserta dapat mengakses informasi tentang destinasi, hotel, restoran, kuliner serta industri kreatif di NTB yang ada di website resmi pertemuan tingkat dunia ini,” ungkapnya.

“Ada surga lain yang jaraknya hanya satu jam dari Bali, ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta meeting jika mereka kita perkenalkan dengan Lombok-Sumbawa,” imbuhnya.

Selain itu, menurut Ernanda, sebagai destinasi wisata utama di Indonesia yang secara spasial paling dekat dengan epicentrum penyelenggaraan even tersebut, NTB memiliki posisi terdekat.

Bukan hanya sebagai destinasi wisata dengan tingkat konektivitas yang tinggi dan strategis, tetapi juga sebagai destinasi dalam kerangka disaster rescue scenario system yang harus dipersiapkan panitia penyelenggara AM IMF–WBG 2018 ini. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com