JAKARTA – Keindahan pariwisata Indonesia dengan media seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Semakin gencar promosi maka semakin menarik destinasi Pariwisata daerah tersebut. Nah, untuk menjaga harmonisasi hal tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerjasama dengan Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar) kembali menggelar Lomba Menulis Wisata Bahari 2016. Lomba yang diperuntukkan khusus untuk wartawan di seluruh Indonesia ini merebutkan Piala Menteri Pariwisata “Anugerah Pesona Bahari” dengan keseluruhan hadiah Rp 500 juta.

Ketua Forum Wartawan Pariwisata (Forwarpar) Tri Wibowo mengatakan, Lomba Menulis Wisata Bahari ini menjadi momentum untuk membangkitkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, salah satu pilarnya adalah pengembangan wisata bahari.

“Peran serta wartawan menjadi ujung tombak dalam mempromosikan potensi wisata bahari Indonesia, mari kita sama-sama mencintai pariwisata Indonesia dan terus meningkatkan kedatangan wisatawan, ” ujar Tri Wibowo.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan, wisata bahari ditetapkan oleh Kemenpar sebagai salah satu program unggulan dalam pembangunan kepariwisataan nasional yang tahun ini mentargetkan 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 260 juta perjalanan wisatawan nusantara.

Esthy Reko Astuty mengatakan, lomba menulis wisata bahari antar wartawan se-Indonesia akan menjadi sarana promosi wisata yang efektif.  “Promosi melalui tulisan ini sangat efektif  untuk mengenalkan potensi wisata bahari Indonesia yang sedemikian besar.  Melalui  lomba ini daerah tujuan wisata bahari yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air akan lebih dikenal masyarakat,” kata Esthy dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Jakarta, baru-baru ini.

Esthy mengatakan, pembangunan pariwisata nasional melibatkan peran seluruh pemangku kepentingan yakni pemerintah, pelaku bisnis/industri pariwisata, akademisi, asosiasi atau komunitas dan media. “Kegiatan ini sebagai wujud peran wartawan media massa nasional maupun daerah secara berkesinambungan dalam memberikan informasi pariwisata melalui rubrik atau tulisan,” katanya.

Peran dan fungsi wartawan yang berkesinambungan dalam mempromosikan wisata bahari, kata Esthy, diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara untuk wisata bahari hingga empat kali lipat dari capaian tahun lalu yang mencapai 1 juta wisatawan, tambahnya.

 

Syarat Lomba

Peserta lomba adalah khusus bagi kalangan wartawan se-Indonesia; untuk kategori media: cetak koran, cetak majalah, dan online. Setiap penulis dapat mengirimkan lebih dari satu naskah tulisan.Tulisan merupakan karya asli dan panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudian hari tulisan terbukti bukan karya asli. Tulisan dimuat pada media massa cetak umum bukan media internal yang terbit di Indonesia antara tanggal 1 Januari 2016 s/d 1 Agustus 2016. Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Pendaftaran lomba mulai dari tanggal 4 Mei 2016 dan ditutup tanggal 1 Agustus 2016. Selanjutnya peserta menyertakan bukti pemuatan dan fotokopi indentitas penulis atau ID pers ke email lombamenulisbahari@gmail.com. Hasil lomba akan diumumkan melalui www.indonesia.travel.

 

Hadiah Rp500 Juta

Hadiah keseluruhan Rp500 juta disediakan panitia untuk beberapa kategori. Kategori Pemenang “Anugerah Pesona Bahari 2016 yakni, Kategori Juara Terbaik (Best of the Best) : Rp 100 juta, Media Online (Juara I, II, III, harapan I, II) : Rp 40 juta, Rp 30 juta, Rp 20 juta, Rp 10 juta, Rp 5 juta, Media Cetak Surat Kabar (Juara I, II, III, harapan I, II) : Rp 40 jt, Rp 30 jt, Rp 20 jt, Rp 10 jt, Rp 5 jt,  Media Cetak Majalah (Juara I, II, III, harapan I, II) : Rp 40 juta, Rp 30 juta, Rp 20 juta, Rp 10 juta, Rp 5 juta. (LI/KM)

Nelayan dengan perahu cadiknya melayani penumpang fery di pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat.

Nelayan dengan perahu cadiknya melayani penumpang fery di pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat.

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono