Mataram, LombokInsider.com – Tragedi perampokan dan pencurian di daerah destinasi pariwisata Lombok Tengah meresahkan banyak pihak, terutama wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Yang terakhir (27/5), pada hari yang sama dua wisatawan mancanegara (wisman) mengalami pencurian motor (curanmor).

Menurut Taufan Rahmadi, aksi kejahatan perampokan di Pulau Lombok menunjukan sisi lemah dari penjagaan keamanan terhadap destinasi pariwisata di NTB, khususnya Lombok Tengah.

“Dari kasus ini menunjukan kepada kita bahwa kejahatan di Pulau Lombok khususnya Lombok Tengah, belum serius ditangani oleh pemerintah setempat, untuk destinasi pariwisata yang ada di Lombok Tengah ini menjadi wilayah tanggungjawab kepala daerah, padahal selama ini destinasi pariwisata menjadi penyumbang sektor produktif untuk Pendapatan Asli Daerah di Lombok Tengah,” kata Taufan Rahmadi.

Menurutnya, sebagai orang yang tinggal di Lombok, masyarakatnya dikenal religius dan Lombok termasuk pulau yang aman namun justru kerap kali terjadi aksi-aksi kejahatan, terutama yang menimpa wisatawan, hal ini di khawatirkan akan merusak citra Lombok yang sedang giatnya mengembangkan pariwisata.

Melihat fenomena ini, dia berpandangan dalam menangani kejahatan dibutuhkan kecermatan yang luar biasa dari aparat keamanan baik polisi maupun pemerintah daerah setempat.

“Yang tidak kalah penting pemerintah, yaitu Kepala Daerah harus belajar dari fenomena yang telah terjadi yang menimpa para wisatawan, peningkatan kualitas pengamanan di destinasi pariwisata harus ditingkatkan dan aparat keamanan harus bisa bekerjasama dengan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan ini, hal ini butuh keseriusan dari pemerintah, karena hal ini menjadi tanggungjawab pemerintah daerah untuk destinasi pariwisata yang ada di Lombok Tengah ini menjadi wilayah tanggungjawab kepala daerah,” ujar mantan ketua BPPD NTB ini.

Bicara tentang kejahatan yang menimpa wisatawan di daerah destinasi wisata di Pulau Lombok, baginya satu fenomena yang sudah sering terjadi, namun belum ada penanganan yang serius dari pihak pemerintah maupun keamanan. Sebab selama ini, aksi kejahatan tersebut dilakukan secara berulang.

Selanjutnya, Taufan menyoroti kinerja kepala daerah dalam menyikapi fenomena ini, terutama mengenai keseriusan Pemda dalam memberantas kejahatan-kejahatan yang ada pada daerah destinasi pariwisata.

“Bupati harus serius mengatasi hal ini, jika ingin trend pariwisata di daerahnya tidak menurun, hal ini dapat terlihat dari minimnya fasilitas keamanan di daerah destinasi wisata, bahkan infrastruktur di daerah destinasi wisata pada malam hari, jika serius ingin mengatasi hal ini, maka Pemda harus membenahi hal ini agar permasalahan ini tidak berlarut,” tegas Taufan. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com