Mataram, LombokInsider.com – Kawasan Gunung Rinjani memang banyak menyimpan keindahan yang alami, salah satunya Bukit Kondo ini, berada pada ketinggian 1934 mdpl. Diatas Bukit Kondo terbentang padang savanna propok yang luas menghijau dan jika musim hujan seperti saat ini, padang savanna ini akan terendam air.

Savana propok tergenang air inilah yang membuat penduduk setempat menyebutnya sebagai miniatur Rinjani, karena sangat mirip dengan Danau Segara Anak dengan latar Gunung Rinjani.

“Bukit Kondo ini berada dekat dengan lokasi Pemandian Air Panas Sebau, Desa Sapit, Kecamatan Swele. Registrasi masuk hanya Rp10 ribu, kita harus berjalan sekitar 2-3 jam untuk sampai puncaknya,” ujar Sukarno, pecinta alam yang hobi mendaki gunung ini.

Menurut penduduk lokal setempat, dulu jalur ini merupakan jalur Pendakian adat dengan tujuan berobat ke Segara Muncar. Lokasinya terletak tepat dibawah puncak Gunung Rinjani sebelah timur dan mereka balik turun lewat puncak 3726 mdpl menuju Sembalun

Bukit Kondo, merupakan salah satu dari beberapa bukit indah di sekitar Gunung Rinjani, seperti Bukit Pergasingan, Dandaun, Nanggi dan Anak Dare. “Lelahnya perjalanan akan terbayar lunas oleh sajian pemandangan indah di puncaknya,” lanjutnya.

CAMPING. Bukit Kondo Menjadi Tempat Pengunjung Bercamping Ceria, saat Liburan, (foto: Sukarno)

“Bukit ini masuk dalam kawasan TNGR, para pengunjung biasanya camping ceria di sana, karena dari puncaknya bisa melihat langsung puncak Rinjani dan pemandangan indah Padang Savana Propok,” jelas Karno panggilan akrabnya.

Masih jarangnya orang mendaki ke Bukit Kondo, membuat tempat ini masih banyak dijumpai anggrek, juga kotoran Kijang, yang menandakan habitatnya masih aman di daerah ini.

Dibuka sekitar 2014 lalu, bukit ini masih jarang dikunjungi, biasanya hanya dipakai untuk jalur berburu Kijang dan menangkap Burung Punglor. Untuk para pengunjung tidak perlu kuatir karena terdapat sumber air dekat lokasi Padang Savana Propok ini.

Sebagai seorang pecinta alam dan peduli lingkungan, Sukarno dan teman-temannya berpesan kepada para pengunjung yang datang agar selalu menjaga kebersihan.

“Pesan moralnya, “Bawa turun sampahmu seperti kamu membawa turun foto-foto indahmu,” tegas Karno. (LI/KRN/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com