Taliwang, LombokInsider.com – Sebagai salah satu upaya memajukan kepariwisataan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal mendorong agar dermaga pelabuhan laut yang terletak di Desa Labu Lalar, Kecamatan Taliwang ini dapat dimanfaatkan dari segi pariwisata.

“Kalau kita lihat dari sisi fisiknya pelabuhan ini sudah siap sebenarnya, dari segi pariwisata ini sangat bagus untuk mempercepat wisatawan dapat mencapai titik destinasi di KSB,” kata Faozal disela-sela kunjungannya saat menghadiri pelepasan peserta lomba lari marathon lintas Sumbawa, Tambora Challenge 320K di KSB, Rabu (4/4).

“Ini bisa kita jadikan dermaga pariwisata, namun tentunya kita perlu bicarakan hal ini bersama pihak-pihak terkait, dalam hal ini Pemkab Sumbawa Barat dan Dinas Perhubungan Provinsi,” ujarnya.

“Selain itu, pihak operator atau para pemilik fast boat harus kita ajak bicara dan melihat langsung kemungkinan untuk bisa ke KSB. Kita berharap overland wisatawan dari Bali dan Gili kemudian bisa langsung kesini,” jelas Faozal.

“Karena jika pelabuhan ini bisa beroperasi sebagai pelabuhan pariwisata, maka akan sangat bagus dampaknya bagi perekonomian masyarakat. Sebab dari sini menuju Jelenga, Maluk dan Sekongkang cukup dekat, juga ke Kota Taliwang, kita bisa jual paket surfing, karena ombak di beberapa pantai KSB sangat mendukung bagi para surfer,” ucap Kadispar NTB ini.

Sementara di tempat terpisah, Wakil Bupati KSB, Fud Saefuddin menjelaskan bahwa keberadaan dermaga pelabuhan Lalar ini sudah ada sejak jaman Belanda.

“Pelabuhan ini sudah ada bahkan sejak jaman Belanda, hanya saja kami bangun kembali dan ditata ulang,” kata Wabup.

Orang nomor dua di KSB ini sangat berharap dukungan dari pemerintah, baik provinsi maupun pusat agar pelabuhan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami bahkan sudah mengajukan kepada pemerintah pusat untuk menjadi pelabuhan lalar sebagai jalur transtol laut nasional, namun susah sekali, karena kita ini jauh dari kekuasaan di pusat,” jelasnya.

“Karenanya kami juga butuh support dari pemerintah provinsi, agar bagaimana pelabuhan ini bisa difungsikan sebagai jalur transportasi laut, sehingga kapal cepat, pelayaran dan kapal pesiar bisa masuk,” tegas Fud.

Menurut Wabup, pihaknya optimis jika Bandara Sekongkang dan Pelabuhan Lalar dapat segera beroperasi secara optimal, maka pariwisata KSB akan berkembang dan maju dalam waktu 10 tahun kedepan. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com