Mataram, LombokInsider.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dipastikan akan tetap menggelar Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS), Sail Indonesia Moyo Tambora (Samota) dan Festival Pesona Moyo yang akan digelar mulai 18 Agustus – 23 September mendatang.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal pada jumpa pers di kantor Dispar NTB, Rabu kemarin (15/8). “Ketiga even ini tetap akan kita laksanakan, namun kemasannya akan di desain ulang, berbeda dengan kegiatan serupa ditahun sebelum-sebelumnya,” katanya.

“Kita akan re-desain sesuai dengan psikologis masyarakat yang terdampak gempa, contonya saat pembukaannya biasanya berisikan pawai seni dan budaya yang meriah, kita ganti dengan dzikir bersama Lombok Bangkit,” jelas Faozal.

Kadispar NTB ini juga menyampaikan, bahwa kegiatan BPLS akan dilaksanakan di empat lokasi berbeda dengan berbagai aktivitas kegiatan, yaitu di Sembalun, Senaru, Tiga Gili dan Kota Mataram.

“Bentuk acaranya berupa trauma healing, untuk kegiatan lainnya kita juga akan padukan dengan aktivitas-aktivitas yang bisa membuat masyarakat Lombok terhibur dan bisa bangkit keluar dari rasa trauma akibat bencana gempa ini,” ucapnya.

Dalam kegiatan BPLS ini, kata Faozal, Dispar NTB akan bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI untuk kembali membangkitkan pariwisata NTB pasca gempa yang terjadi secara maraton.

“Insya Allah, Kemenpar akan menghadirkan artis-artis yang bisa menjiwai semangat kita yang sedang berkabung untuk kembali bangkit. Dan juga menghadirkan ustad-ustad yang bisa menjadi motivator untuk mengisi dan mensukseskan even BPLS ini,” ujar Faozal.

Faozal mengatakan, untuk gelaran dua even wisata lainnya, yaitu Sail Indonesia Moyo Tambora dan Festival Pesona Moyo juga tetap digelar dengan memperhatikan kondisi psikologis masyarakat yang terdampak gempa.

“Nantinya kita juga akan buat konser-konser amal untuk sedikit meringankan beban masyarakat terdampak gempa ini,” kata mantan Kepala Museum NTB ini.

Sementara, Muh. Ricky Fauziyani, Asisten Deputi Pemasaran Regional III, menjelaskan pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada pariwisata Lombok untuk bangkit kembali.

“Kemenpar pasti akan terus mendukung dan membantu agar pariwisata NTB, Lombok khususnya dapat segera bangkit dan pulih kembali pasca gempa ini,” jelas Ricky.

Selain itu, menurutnya yang sangat penting adalah kerjasama seluruh pihak pada saat-saat seperti ini, agar percepatan pemulihan pariwisata Lombok dapat dilakukan dengan baik dan terkoordinasi melalui satu pintu komando.

“Saya yakin dengan kekompakan yang selama ini telah diperlihatkan oleh seluruh stakeholder pariwisata, maka pariwisata Lombok akan segera bangkit kembali,” tegasnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com