Mataram, LombokInsider.com – Dengan telah dibukanya secara resmi Pasar Pancingan di Desa Bilebante, Kecamatan Pringgerate, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), oleh Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI, Hariyanto, pada Minggu (26/11) yang lalu, membawa dampak positif terhadap kemajuan Desa Bilebante pada umumnya dan pariwisata Loteng secara umum.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Desa Bilebante, Rakyatul Liwaudin. “Alhamdulillah, dengan adanya Pasar Pancingan di desa kami ini, dipastikan akan membuat Bilebante semakin dikenal secara luas dengan segala potensi yang ada saat ini,” kata Rakyatul.

“Kami sangat mendukung keberadaan Pasar Pancingan ini, warga masyarakat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga sangat antusias dengan dibukanya kawasan Bilebante sebagai desa wisata Pasar Pancingan,” lanjut Kades.

Rakyatul menjelaskan bahwa mereka berharap kedepan hadirnya Pasar Pancingan ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan juga semakin banyak orang datang untuk menikmati keindahan alam yang ada di Desa Bilebante ini. Sehingga desanya dapat menjadi salah satu desa wisata terbaik di NTB.

Desa Bilebante merupakan desa wisata hijau yang sejak dua tahun terakhir ini tela dibina oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), yang selama ini telah ikut serta dalam upaya pengembangan desa-desa wisata di Lombok.

“Selama ini GIZ telah melakukan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang ada di desa-desa wisata khususnya terkait peningkatan kapasitas penduduk desa dan promosi desa di pasar lokal maupun mancanegara,” jelas Rakyatul.

Pasar Pancingan memiliki luas area sekitar 80 are, tidak hanya menjadi pusat pemancingan, namun ada juga kuliner, bersepeda dan akan terus dikembangkan lagi. “Potensi yang ada akan terus kami kembangkan. Paket wisata bersepada misalnya, jalurnya melalui kampung-kampung yang memiliki potensi kerajinan masyarakat, sehingga akan lebih dekat dengan masyarakat sekitar,” tambahnya.

“Saat ini pasar pancingan telah memasuki minggu keempatnya sejak dibuka (26/11) lalu. Dibuka setiap hari Minggu, namun jika antusias wisatawan semakin tinggi akan dipertimbangkan untuk dibuka di hari lain,” ujar Kades.

Menurutya sejauh ini pihaknya telah melakukan perbaikan jalan-jalan dengan dana desa yang ada. “Tahun ini 2000 meter kita rabat untuk jalur sepeda, tahun depan akan terus kami tingkatkan, selain itu kami juga akan membangun 5 lokal toilet di sekitar lokasi desa wisata Bilebante ini,” tegas Rakyatul.

Rakyatul mengaku sempat melakukan studi banding ke Jawa dan dengan potensi yang ada Bilebante tidak kalah dengan desa wista disana. “Bersama-sama dengan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) dalam pengelolaan dan promosinya, kami optimis Pasar Pancingan akan menjadi destinasi wisata unggulan di Lombok khususnya dan NTB pada umumnya,” pungkasnya. (LI/AA)

 

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com