Mataram, LombokInsider.com – Jawara pada etape I ajang balap sepeda Tour de Lombok Mandalika ((TdLM) 2018, Metkel Eyob dari Eritrea, Afrika Timur mengaku sangat kagum terhadap keindahan Pulau Lombok, saat kemarin Jum’at (13/4) berlaga pada etape I, dari Pantai Kuta Mandalika menuju finish di Pendopo Kantor Gubernur NTB.

“Luar biasa, Lombok sungguh indah, saya berharap bisa kembali lagi suatu saat nanti,” ungkap Metkel, sesaat sebelum start etape II, di halaman Islamic Center, Mataram (14/4).

Metkel mengungkapkan ingin mengulang catatan baiknya pada etape kedua Tour de Lombok Mandalika (TdLM) 2018 ini. Sebelumnya pada etape pertama rute Mandalika-Mataram sejauh 84,4 Km pada Jumat (13/4) kemarin, pembalap dari tim Trengganu Cycling Club Malaysia itu menempati peringkat teratas catatan waktu 1 jam 52 menit dan 14 detik.

“Kita berharap bisa mempertahankan prestasi yang kemarin,” ujarnya.

Metkel sendiri cukup kaget bisa menjadi yang tercepat mengingat ini pertama kalinya turun bersepeda di Lombok. Metkel mengaku cukup terkejut dengan medan di Lombok yang sangat menantang karena penuh tanjakan dan tikungan tajam.

“Kita lihat nanti, saya akan berusaha keras mempertahankan Yellow Jersey ini. Tantangannya cukup sulit karena medan yang tidak mudah,” ucap Metkel.

Metkel dan pembalap lain mulai start pada etape kedua dari Islamic Center NTB di Kota Mataram menuju Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, sekitar 172.4 Km. Etape kedua sendiri akan melintasi sejumlah destinasi wisata yang ada di Lombok, mulai dari Pantai Senggigi dan kawasan Hutan Pusuk, yang berada di bentangan kaki Gunung Rinjani di sebelah barat.

Pembalap akan menikmati panorama alam Lombok yang begitu indah, mulai dari pemandangan tiga gili Trawangan, Meno dan Air, tebing yang curam, pegunungan yang menghijau dan juga keindahan pesisir pantai Lombok Utara.

Hutan Pusuk juga dikenal sebagai Hutan Monyet lantaran begitu banyak ditemukan monyet di sepanjang jalan saat melintasi kawasan ini. Para pembalap akan finish di Sembalun yang merupakan sebuah desa di kaki Gunung Rinjani. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com