Mataram, LombokInsider.com – Mengambil start di halaman Islamic Center – Mataram menuju lembah Sembalun, Lombok Timur, Tour de Lombok Mandalika (TdLM) etape II yang dilaksanakan pada Sabtu (14/4) dirasakan yang paling berat dan menantang oleh para peserta.

Hal ini dirasakan oleh Muhammad Zawawi Azman, yang merupakan juara pada etape II. “Ini memang yang paling berat dan menantang, tapi saya sudah persiapkan diri, jadi tidak kaget dengan tanjakan yang panjang dan tinggi seperti ini,” kata Zawawi.

“Insya Allah tahun depan saya datang lagi, kalau saja ada rezeki,” ucapnya.

Senada dengan peserta, Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal menjelaskan etape II ini memang yang paling menantang.

“Memang paling berat dan menantang bagi mereka, tapi mereka menikmatinya, semua bilang seperti itu, ini sangat luar biasa bagi mereka. Tahun depan dipastikan ada lagi, karena ini sudah masuk kalender UCI,” jelas Faozal.

Muhammad Zawawi Azman adalah pebalap yang memperkuat Tim Sapura Cycling asal Malaysia menjadi yang tercepat pada etape kedua Tour de Lombok Mandalika (TdLM) 2018. Menyentuh finish dengan catatan waktu 5 jam 11 menit dan 49 detik.

Posisi kedua Alvaro Raul Duerte Sandoval dengan waktu tempuh 5 jam 12 menit dan 13 detik dari Tim Forca Amskins Cycling. Disusul pada posisi ketiga Wilman Zahir Perez Munoz dengan catatan waktu 5 jam 12 menit 16 detik berasal dari tim yang sama dengan Zawawi.

Etape kedua ini melalui jalur yang cukup ekstrim. Tanjakan Sembalun menjadi hal yang cukup menantang bagi para peserta. Namun semua peserta terlihat menikmati event ini. Rute yang dilewati yaitu dimulai dari Kota Mataram dan berakhir di Sembalun dengan jarak tempuh 172,4 km.

Pada etape kedua ini para peserta melintasi sejumlah destinasi wisata yang ada di Lombok, mulai dari Pantai Senggigi dan kawasan Hutan Pusuk, yang berada di bentangan kaki Gunung Rinjani di sebelah barat.

Pebalap dapat menikmati panorama alam Lombok yang begitu indah, mulai dari pemandangan tiga gili Trawangan, Meno dan Air, tebing yang curam, pegunungan yang menghijau dan juga keindahan pesisir pantai Lombok Utara.

Hutan Pusuk juga dikenal sebagai Hutan Monyet lantaran begitu banyak ditemukan monyet di sepanjang jalan saat melintasi kawasan ini. Para pembalap akan finish di Sembalun yang merupakan sebuah desa di kaki Gunung Rinjani. (LI/AA)

 

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com