Bila Anda terbang di atas langit Pulau Lombok dan pesawat Anda hendak mendarat di Lombok International Airport, Anda akan melihat sebuah bangunan berwarna kuning emas yang besar dan indah di tengah-tengah kota Mataram. Atau bila Anda sedang berjalan-jalan di Kota Mataram, maka Anda akan melihat sebuah menara masjid yang tinggi menjulang. Itulah Islamic Center. Sebuah kebanggaan masyarakat dan juga ikon baru pariwisata Nusa Tenggara Barat.

“Islamic Center ini sudah dibangun selama enam tahun dan sudah menelan biaya Rp273,5 miliar lebih yang berasal dari anggaran pemerintah daerah, bantuan masyarakat NTB dan luar NTB serta hibah,” kata kata Ir Moch. Ichwan, MM, Kepala Sekretariat Panitia Sosialisasi dan Penggalangan Dana Pembangunan Islamic Center NTB.

“Yang paling mencolok dari kompleks bangunan ini adalah Minaret 99 yang tinggi menjulang lebih dari 100 meter, lebih tinggi dari bangunan di sekitarnya. Minaret ini merupakan hibah dari perusahaan tambang PT Newmont Nusa Tenggara dengan nilai Rp31,5 miliar,” tambah Ichwan.

Sampai saat ini bangunan utama masjid telah selesai dan bangunan sarana pendidikan sudah rampung sebagian. “Ke depan akan dibangun sarana komersil dan lainnya. Sangat wajar jika sekarang Islamic Center menjadi salah satu tujuan wisata religi di NTB karena memang merupakan masjid terbesar dan termegah,” jelas Ichwan.

Saat ini penyelesaian Islamic Center sedang dikebut termasuk pemasangan tata cahaya yang indah dan pembenahan lanskap sekeliling kompleks. “Islamic Center akan menjadi arena utama perhetalatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVI yang akan berlangsung pada 30 Juli – 6 Agustus mendatang,” imbuhnya.

Pemerintah pusat juga mendukung pendanaan untuk proyek Islamic Center ini melalui Kementerian Pariwisata. “Ini merupakan perhatian dan dukungan pemerintah pusat untuk mengembangkan destinasi wisata di NTB yang terkenal dengan wisata halal,” kata Ichwan.

“Semoga kedepannya Islamic Center ini dapat menjadi pusat syiar dan pengembangan peradaban Islam bertaraf internasional selain sebagai destinasi pariwasata,” pungkas Ichwan. (LI/AA)

The West Nusa Tenggara Islamic Center in Mataram

The West Nusa Tenggara Islamic Center in Mataram

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono