Mataram, LombokInsider.com ā€“ Pagi tadi, Rabu (17/7) puncak Gunung Rinjani dihiasi awan mirip topi caping atau lebih dikenal dengan nama ilmiah Awan Lenticular. Hal ini membuat Gunung tertinggi di Provinsi NTB ini semakin terlihat indah di pagi hari. Foto-foto tentang awan diatas Rinjani ini sangat menghebohkan media sosial (medsos).

Sayang, banyak netizen justru mengaitkan fenomena keindahan awan ini dengan akan terjadinya gempa bumi, karena memang baru kemarin pagi, Selasa (16/7) Lombok kembali dikejutkan dengan terjadinya gempa Bali.

Menurut Kepala BMKG Mataram Agus Rianto, fenomena alam Awan Lenticular tidak terkait atau tidak berkaitan dengan terjadinya gempa bumi. Agus menegaskan Awan Lenticular bukanlah tanda-tanda akan terjadinya gempa bumi. Masyarakat yang mengaitkan fenomena alam Lenticular dengan akan terjadinya gempa adalah sebuah kesalahpahaman.

“Sama sekali tidak ada kaitannya dengan akan terjadi gempa, namun awan caping seperti ini memang berbahaya bagi penerbangan,” tegas Agus.

Apakah sebenarnya Awan Lenticular ini, Awan Lenticular adalah awan yang biasanya berbentuk piring raksasa, kita biasa menemukannya di dekat bukit atau gunung-gunung, karena memang awan ini terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar, seperti pegunungan dan perbukitan, sehingga menimbulkan sebuah pusaran.

Menariknya, awan Lenticular kelihatan begitu padat, namun hakikatnya tidak demikian. Awan ini terlihat padat karena aliran udara lembab terus menerus mengaliri sang awan dan akan keluar lewat permukaan paling bawah. Sehingga bentuk awan Lenticular akan bertahan hingga berjam-jam, bahkan berhari-hari.

Bagi dunia penerbangan awan Lenticular ini sangat mematikan karena sang awan bisa menyebabkan turbulensi bagi pesawat yang nekad memasuki awan atau hanya terbang di dekat awan Lenticular.

Turbulensi sendiri adalah sebuah gerakan udara yang tidak beraturan atau berputar tidak beraturan yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara atau temperatur. Fenomena tersebut pastilah sangat mengganggu penerbangan. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com