Mataram, LombokInsider.com – Gempa yang mengguncang Pulau Lombok dan Sumbawa secara beruntun selama satu bulan lebih, bahkan beberapa kali kekuatannya diatas 5 SR. Gempa yang terjadi ternyata tidak menyurutkan minat wisatawan untuk tetap berkunjung ke destinasi wisata di pulau berjuluk Pulau Seribu Masjid ini.

Desa Wisata Setanggor, di wilayah Kabupaten Lombok Tengah bagian Selatan ini menjadi salah satu destinasi wisata yang dikunjungi wisatawan, terutama dari mancanegara. Secara umum destinasi wisata di Lombok Tengah tidak terdampak gempa.

“Sejauh ini, gempa yang terjadi tidak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Setanggor. Wisatawan, khususnya dari mancanegara tetap datang,” kata Ida Wahyuni, inisiator Desa Wisata Setanggor, Kamis lalu di Mataram.

Menurut Ida, wisatawan yang datang kebanyakan dari negara-negara Eropa, seperti Jerman, Belanda, Belgia, Prancis, juga dari Asia dan Australia.

“Bahkan pada saat gempa 7 SR pada Ahad (5/8) hingga dua hari setelahnya, ada ratusan tamu kami yang sedang menginap di rumah-rumah penduduk. Sejauh ini rasanya kunjungan wisatawan tetap normal,” jelasnya.

Saat ini Setanggor menjadi salah satu dari desa wisata di Pulau Lombok yang paling diminati wisatawan. Dengan fasilitas 31 homestay yang dikelola langsung oleh masyarakat, Setanggor menawarkan pengalaman berlibur dimana wisatawan dapat ikut langsung dalam kegiatan sehari-hari masyarakat disana.

“Alhamdulillah sejauh ini wisatawan yang datang rata-rata mencapai 200 orang perbulan dan kebanyakan wisman,” ujar Ida, yang juga merupakan Ketua BPPD Kabupaten Lombok Tengah ini.

”Saat ini, kecenderungan orang ingin menikmati suasana yang segar, tidak serumit di kota. Sukanya suasana alami, sederhana, apa adanya seperti di pedesaan. Nah, Setanggor punya modal untuk ditawarkan kepada wisatawan,” tegasnya.

Setanggor merupakan desa wisata dengan kekayaan sumber daya alam yang dikemas menjadi paket wisata. Areal persawahan yang menghijau oleh tanaman padi serta palawija dan dari kejauhan tampak panorama Gunung Rinjani.

Selain itu, Setanggor juga memiliki kekayaan seni budaya, seperti kelompok gamelan, seni tari dan drama tradisional, instrumen gong berusia ratusan tahun, serta tradisi memaos atau membaca naskah lontar, kegiatan menenun juga menjadi daya tarik bagi wisatawan. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com