Mataram, LombokInsider.com – Mungkin banyak pendaki atau pecinta alam yang belum mengetahui bahwa di lokasi Dusun Batu Jalik, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur NTB, ada sebuah gunung bernama Sempana, yang lokasinya berada diatas Bukit Nanggi.

Kebersihan dan keasrian Gunung Sempana yang masih terjaga, dipastikan dapat menjadi saingan baru Gunung Rinjani seniornya untuk menggaet hati para pendaki, terutama pendaki baru (newbie). “Belum terlalu banyak yang tahu lokasi ini, jadi masih bersih,” kata Sukarno seorang pendaki dan pecinta alam.

FOTO. Keindahan G. Sempana, dengan latar Gunung Rinjani, Membuat Para Pendaki Selalu Ingin Berfoto di Puncaknya (foto: Sukarno).

Dengan ketinggian mencapai 2329 mdpl, gunung ini memiliki banyak kelebihan yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki pemula. “Pemandangannya keren dari atas Sempana. Kita bisa lihat Gunung Rinjani, Bukit Pergasingan, Dandaun, Nanggi, Anak Dare dan Padang Savana yang luas membentang,” ungkap Karno, panggilan akrabnya.

“Gunung Sempana ini bisa menjadi alternatif pilihan camping ceria dan latihan treking bagi anak anak muda pemula yang hobi pendakian, atau bagi wisatawan yang mempunyai waktu sedikit yg ingin menikmati indahnya Sembalun dan Rinjani dari ketinggian,” lanjut Karno, yang juga tergabung dalam komunitas Pasir dan Trash Bag.

Jarak tempuh yang tidak terlalu lama, hanya sekitar 3 jam perjalanan treking dari tempat parkir sampai puncak, dengan segala keindahan yang dapat terlihat dari puncaknya membuat gunung ini dipastikan menjadi primadona baru bagi para pendaki. Namun disarankan untuk membawa persediaan air minum yang cukup, karena sumber air minum disekitar areal camp agak jauh.

Menurut cerita penduduk lokal, lokasi Gunung Sempana dulunya merupakan tempat pertama kali menanam bawang putih. Mereka hanya menanam dan dikunjungi ketika mau panen. Nama Sempana sendiri merupakan kepanjangan dari Sempurnanya Alam Pana dan saat ini sudah mulai dibuka untuk pendakian umum.

LUAS. Padang Savana Luas Membentang Pemandangan yang Indah dari Puncak G. Sempana (foto: Sukarno).

Menurut Karno, keunikan lain dari Gunung Sempana ini, pengelola sangat bertanggung jawab terhadap pengunjung. “Kalau kita turun lebih dari jam yang mereka perkirakan, pihak pengelola akan menelepon untuk memastikan kondisi kita apakah benar-benar aman. Kemudian jika kita turun agak siangan, tim mereka akan menjemput ke atas,” ujar Karno.

Bahkan Sabtu lalu (28/10), Karno beserta 25 orang pendaki lainnya memperingati Hari Sumpah Pemuda di puncak Gunung Sempana ini. “Ya kami ajak mendaki, sekalian merangkul anak anak yang pemula biar sekalian dapat edukasi tentang sampah di gunung. Kita putus rantai perilaku pendaki yang masih pemula dengan pola pikir yang baru, untuk menjaga kebersihan,” jelasnya.

“Pesan moralnya, tetap jaga keindahan alam sekitar gunung, mari kita sama-sama menjaga kelestarian alam dengan membawa turun sampah pribadi yang kita bawa saat pendakian, karena GUNUNG BUKAN TEMPAT SAMPAH,” tegas Karno.

Selama ini banyak orang mengira bahwa G. Sempana ini adalah bukit Nanggi. “Padahal jarak tempuh dari Bukit Nanggi ketempat ini sekitar 3-4 jam, kemarin ada pengunjung yang biasa naik ke Bunkit Nanggi mereka berkomentar ternyata lebih bagus disini,” pungkas Karno. (LI/KRN/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com