Mataram, LombokInsider.comMultilateral Naval Exercise Komodo adalah kegiatan latihan TNI AL dengan angkatan laut negara-negara sahabat yang tergabung dalam anggota Western Pacific Naval Symposium (WPNS), Indian Ocean Naval Symposium (IONS) dan negara sahabat lainnya. Setelah dua kegiatan sebelumnya di Batam 2014 dan Padang 2016 menuai sukses, kini giliran Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dipilih sebagai tempat penyelenggaraan yang ke-3, yang rencananya akan dilaksanakan pada 4-8 Mei 2018 mendatang.

Promosi Pariwisata

KETERANGAN. Kadispar NTB, Bersama Dua Perwira TNI AL, saat Memberikan Keterangan Pers, Multilateral Naval Exercise Komodo 2018, dikantornya, Rabu (13/9).

Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat erat hubungannya dengan pariwisata. “Diperkirakan akan hadir sekitar 42 kapal perang dari berbagai negara termasuk Indonesia sebagai tuan rumah yang lego jangkar di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Jika satu kapal kita asumsikan ada sekitar 100 penumpang yang merupakan wisatawan, termasuk ABK yang ikut serta dalam memeriahkan acara ini,” jelas Faozal di kantornya, Rabu (13/9).

“Jadi hampir pasti akan ada sekitar 4000 orang berada diatas kapal, belum lagi dengan perwakilan-perwakilan lainnya atau sekelas Komandan yang datang melalui jalur udara. Dapat dipastikan juga mereka datang bersama keluarga, karena akan ada acara yang melibatkan istri dan anak-anak,” lanjut Kadispar NTB ini. Tiga Kabupaten dan satu Kota di Mataram Lombok, NTB akan menjadi tempat dalam rangkaian kegiatan MNEX Komodo 2018.

Faozal menambahkan bahwa selama kurang lebih empat hari kegiatan akan dilakukan di kawasan wisata yang ada di Lombok. “Sekotong jelas sebagai tempat singgah kapal-kapal ini, kemudian beberapa kegiatan juga dilakukan di Senggigi, menyusul ke KLU di 3 Gili (Trawangan, Meno dan Air) untuk melakukan penenggelaman bangkai kapal sebagai terumbu karang buatan. Jadi nuansa kegiatan ini sangat erat hubungannya dengan promosi pariwisata kita secara tidak langsung, terutama wisata bahari,” imbuhnya.

Sementara Kolonel Laut, Ferry Supriadi, yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Dinas Potensi Maritim Armada Timur menjelaskan kegiatan ini. “Hampir semua kegiatan akan dilakukan di Mataram dan tentunya ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat dan pariwisata selama kegiatan ini berlangsung. Karena akan begitu banyak peserta dari berbagai negara yang datang bersama keluarganya, yang pasti akan banyak kebutuhannya yang dibeli disini,” jelas Ferry.

Kegiatan MNEX Komodo 2018

Terkait detail teknis kegiatan Kol Laut, Rudhi Abiantara, koordinator kegiatan ini mengatakan. “Kegiatan ini akan diawali dengan latihan bersama antar negara, bagaimana menanggulangi bencana dan perompakan di laut, serta serangan teroris. Selain itu akan dilakukan juga kegiatan bakti sosial,” terang Rudhi.

Bakti sosial meliputi perbaikan fasilitas-fasilitas umum seperti, jalan, tempat ibadah mck, dan lainnya. Selain itu juga akan dilakukan pengobatan massal secara gratis di KLU, di Pantai Carik, yang akan menghadirkan kapal perang rumah sakit.

“Nanti di Pelabuhan Lembar juga akan ada acara saling mengenal budaya lokal setempat dengan ABK kapal perang asing. Dalam hal ini makanan khas NTB, kerajinan tangan, produk-produk kreatif lainnya. Ada sekitar 40 stand yang akan disediakan panitia,” ujarnya.

“Diharapkan akan terjadi interaksi langsung antara ABK asing dengan masyarakat setempat, sehingga nantinya mereka bisa bercerita tentang ciri khas daerah Lombok kepada dunia luar. Sehingga Lombok akan semakin dikenal luas,” tegas Rudhi. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com