Tanjung, LombokInsider.com – Sinergitas yang terjalin antara pelaku pariwisata dan Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam mewujudkan bangkitnya pariwisata di KLU pasca gempa 2018 lalu adalah dengan menggelar even tahunan Gili Meggawe Festival selama sebulan penuh sejak 15 Juni hingga 15 Juli 2019. Ini merupakan yang kedua kalinya sejak pertama digelar pada 2017 lalu, namun karena 2018 Lombok dilanda gempa maka acara serupa baru dapat terlaksana 2019 ini.

“Konsep Gili Meggawe ini adalah pasar rakyat, yang berhubungan dengan kesenian dan kebudayaan. Selain itu ada pasar kuliner, slow cook dan yoga, Gili Air triathlon juga program bersih pantai yang merupakan dukungan kami terhadap program zero waste dari Pemerintah Provinsi NTB,” jelas Ketua Panitia Gili Meggawe, Andre Yosarido pada malam pembukaan, Sabtu (15/6).

Lebih lanjut menurut Andre akan ada juga Gili Food Festival yang didukung oleh chef-chef professional di tiga gili. “Masakan yang akan diangkat adalah Sate Tanjung, nantinya akan dibuat berbentuk gunungan dari Sate Tanjung yang diiringi masyarakat berbaju adat KLU dan juga Gendang Beleq,” lanjut Andre.

Kepala Desa Gili Indah, Suburudin, mengatakan bahwa momen Gili Meggawe ini sekaligus sabagai wujud dari telah bangkitnya pariwisata di Gili Indah (Trawangan, Meno dan Air).

“Alhamdulillah acara ini dapat kami gelar dengan dukungan berbagai pihak, terutama para pelaku dan pengusaha wisata yang ada di 3 gili, pemerintah dan juga sumbangan dari masyarakat, baik moril maupun materiil,” kata Suburudin.

Suburudin menambahkan bahwa acara ini dikemas sedemikan rupa sehingga akan banyak menarik wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara yang kebetulan berwisata di Gili Indah atau juga yang belum pernah datang.

“Kami ingin agar acara ini gaungnya lebih besar hingga keluar Lombok, nasional atau bahkan internasional. Sebelumnya kami banyak melakukan diskusi bersama investor di gili dimana mereka juga membantu mempromosikan acara ini di luar negeri, sehingga beberapa wisman yang hadir memang ingin melihat langsung acara ini,” imbuhnya.

Sementara Bupati KLU, Najmul Akhyar dalam sambutannya saat membuka acara Gili Meggawe Festival ini sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan berbagai pihak yang telah berjuang keras mensukseskannya.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan para donator yang ada yakni para pengusaha di tiga gili, masyarakat khususnya remaja masjid Gili Air dan juga pihak terkait lainnnya. Kita berharap pariwisata KLU dapat bangkit seperti semula dan kembali menjadi primadona yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Bupati KLU ini juga mengingatkan agar masyarakat KLU dapat menjaga kondusifitas investasi di bidang pariwisata sehingga keadaan dapat segera pulih.

“Keamanan dan kenyamanan wisatawan harus dijaga. Jika kita buat sebuah piramida maka dipuncaknya itu adalah sektor pariwisata dan dibawahnya adalah sektor lain sebagai pendukungnya. Maka jika mereka mendukung pariwisata maka pasarnya akan sangat terbuka luas,” ujar Najmul.

Belum lama ini menurut Najmul, pihaknya juga di undang ke Australia untuk berbicara tentang potensi KLU, khususnya pariwisata di hadapan para pimpinan daerah disana. Hanya saja, Bupati KLU ini menyatakan pihaknya belum memutuskan bisa hadir atau tidak. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com