Mataram, LombokInsider.com – Taman Budaya Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada di Jalan Majapahit, Kota Mataram, NTB, pada Sabtu (15/6), tampak lebih meriah dari hari-hari biasanya. Acara “Gelar Seni Pelajar 2019” menjadi alasannya. Acara ini membuat cukup banyak masyarakat mendatangi dan menghabiskan waktu malam mingguan di tempat ini.

Ajang yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) berlangsung selama dua hari, sejak Sabtu (15/6) malam hingga Ahad (16/6), menghadirkan ragam kesenian, mulai dari teater, musik, perkusi, eksebisi, workshop dan tari.

Acara dibuka dengan pemukulan bedug oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Rusman dan Kepala Taman Budaya NTB Baiq Rahmayati di gedung teater tertutup, Taman Budaya NTB, Sabtu (15/6) malam.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Rusman berharap acara ini mampu melestarikan kesenian dan budaya NTB. Rusman juga mengajak para pelajar memaknai seni sebagai salah satu sendi kehidupan, baik dalam bergaul maupun belajar. Dari seni, kata Rusman, para pelajar bisa mengungkapkan ekspresi positif melalui berbagai karya menarik.

“Seni membawa keindahan dan kedamaian. Para pelajar dan guru bisa memaknai ini dengan menjaga kebersihan di sekolah, kalau sekolah kotor tentu tidak ada keindahan dan pikiran tidak segar. Mari kelola sentuhan seni sebagai bagian dari jiwa kita,”

Kepala Taman Budaya NTB Baiq Rahmayati mengatakan ajang ini diikuti oleh SMA dan SMK yang ada di NTB. Maya, begitu akrab disapa, menyampaikan kegiatan seni pelajar merupakan agenda tetap Taman Budaya NTB setiap tahunnya guna memberikan ruang kepada para pelajar untuk menampilkan kreasi dan bakat seninya.

“Gelar seni kita hajatkan untuk mengapresiasi sekolah-sekolah yang sudah menumbuhkan kegiatan kesenian, terutama kesenian tradisional,”

Maya menambahkan kegiatan ini juga merupakan upaya Taman Budaya mendekatkan diri dengan sekolah dan para pelajar. Harapannya, para pelajar tidak sungkan untuk melakukan setiap aktivitas seni dan budaya di Taman Budaya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kata Maya, pada gelar seni pelajar 2019, Taman Budaya NTB juga menghadirkan pameran berupa seni kerajinan tangan seperti lukisan, tenun, batik, hingga gerabah yang digelar selama satu bulan penuh.

“Kita harap ke depan bisa lebih sering lagi menggelar acara-acara seperti ini,” tegasnya.

Setelah resmi dibuka, seketika lampu gedung teater tertutup redup. Tak lama kemudian, lampu kembali muncul dengan menyoroti seorang perempuan dengan membawa seragam SMP.

Penonton pun bertepuk tangan menyambut penampilan seni teater dari para pelajar di Kabupaten Lombok Utara. Cerita teater mengambil tema tentang pernikahan dini yang menjadi salah satu persoalan di Lombok.

Lepas penampilan teater, kemeriahan berlanjut di halaman Taman Budaya NTB. Penampilan Sakeco dari para pelajar di Sumbawa membuat suasana semakin meriah. Tetabuhan rebana berpadu dengan lantunan syair yang berisi pesan dan nasehat dalam bahasa Samawa (Sumbawa).

Aksi kemudian dilanjutkan dengan tari Kembang Sembah dari para pelajar di Lombok Barat. Tari ini merupakan persembahan bagi para tamu yang datang, biasanya ditampilkan saat ada tamu yang datang ke Lombok. (LI)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com