Tanjung, LombokInsider.com – Pelaku pariwisata di Gili Indah (Trawangan, Meno dan Air) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menggelar acara Gili Meggawe Festival yang telah dibuka pada Sabtu (15/6) lalu. Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan acara yang telah menjadi agenda tahunan yang dihajatkan untuk menarik minat wisatawan datang berkunjung ke tiga gili tersebut.

Bupati KLU, Najmul Akhyar saat memberikan sambutan pada acara Gili Menggawe Festival mengatakan bahwa pihaknya menginginkan sektor pariwisata dapat menjadi sektor unggulan utama bagi KLU.

“Kami berharap pariwisata dapat menjadi sektor unggulan utama bagi KLU, karena kita memiliki banyak potensi destinasi yang sangat diminati oleh wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara,” kata Najmul.

Bupati juga meminta dukungan seluruh pihak untuk dapat menjaga kondusifitas investasi yang masuk ke KLU, utamanya di sektor pariwisata. Menurutnya jika pariwisata sudah menjadi sektor unggulan, maka sektor lain dapat mendukung perkembangannya dan keadaan akan segera pulih seperti sebelum gempa.

“Jika kita buat sebuah piramida maka dipuncaknya itu adalah sektor pariwisata dan dibawahnya adalah sektor lain sebagai pendukungnya. Maka jika mereka mendukung pariwisata maka pasarnya akan sangat terbuka luas,” ujar Najmul.

Belum lama ini menurut Najmul, pihaknya juga di undang ke Australia untuk berbicara tentang potensi KLU, khususnya pariwisata di hadapan para pimpinan daerah disana. Hanya saja, Bupati KLU ini menyatakan pihaknya belum memutuskan bisa hadir atau tidak.

Sementara, ketua panitia Gili Meggawe, Andre Yosarido menjelaskan berbagai kegiatan yang memeriahkan even tahunan di Gili Indah ini.

“Konsep Gili Menggawe ini adalah pasar rakyat, yang berhubungan dengan kesenian dan kebudayaan. Selain itu ada pasar kuliner, slow cook dan yoga, Gili Air triathlon juga program bersih pantai yang merupakan dukungan kami terhadap program zero waste dari Pemerintah Provinsi NTB,” jelas Andre Yosarido.

Lebih lanjut menurut Andre akan ada juga Gili Food Festival yang didukung oleh chef-chef professional di tiga gili. “Masakan yang akan diangkat adalah Sate Tanjung, nantinya akan dibuat berbentuk gunungan dari Sate Tanjung yang diiringi masyarakat berbaju adat KLU dan juga Gendang Beleq,” lanjut Andre.

Kepala Desa Gili Indah, Suburudin, mengatakan bahwa momen Gili Menggawe ini sekaligus sabagai wujud dari telah bangkitnya pariwisata di Gili Indah (Trawangan, Meno dan Air).

“Alhamdulillah acara ini dapat kami gelar dengan dukungan berbagai pihak, terutama para pelaku dan pengusaha wisata yang ada di 3 gili, pemerintah dan juga sumbangan dari masyarakat, baik moril maupun materiil,” kata Suburudin.

Suburudin menambahkan bahwa acara ini dikemas sedemikan rupa sehingga akan banyak menarik wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara yang kebetulan berwisata di Gili Indah atau juga yang belum pernah datang.

“Kami ingin agar acara ini gaungnya lebih besar hingga keluar Lombok, nasional atau bahkan internasional. Sebelumnya kami banyak melakukan diskusi bersama investor di gili dimana mereka juga membantu mempromosikan acara ini di luar negeri, sehingga beberapa wisman yang hadir memang ingin melihat langsung acara ini,” imbuhnya. (LI/AA)

Tags:
About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com