Mataram, LombokInsider.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pariwisatanya didukung Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI melaunching Festival Pesona Tambora 2018. Acara ini juga dirangkaikan dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program Kepariwisataan NTB, Kamis (22/2), di Golden Palace Hotel, Mataram.

Dukungan Kemenpar RI

Menurut Deputi Pengembangan dan Pemasaran Mancanegara Kemenpar RI Gde Pitana, memasuki penyelenggaraan yang keempat tahun ini, Festival Pesona Tambora telah masuk dalam100 calender of event pariwisata nasional, bersama dengan Festival Pesona Bau Nyale, Bulan Pesona Lombok Sumbawa dan Festival Pesona Moyo.

“Tahun ini bersama tiga even lainnya Festival Pesona Tambora masuk dalam100 calender of event pariwisata nasional. Jadi kita berikan dukungan penuh dalam bentuk promosi,” jelasnya.

“Kita punya banyak even yang bagus dan luar biasa nilainya. Tapi kelemahannya, selalu pada promosi, jadi harus dilakukan penguatan dalam hal promosi, selain itu harus ada peningkatan kualitas pada manajemen evennya,” lanjut Pitana.

“Pariwisata akan besar jika di dukung dan besarkan melalui promosi. Tentunya kita lakukan promosi di berbagai channel. Terutama melalui digital,” terangnya.

Pitana juga menegaskan bahwa pihak Kemenpar RI mengalokasikan anggaran untuk sebesar Rp1,5 Miliar. Dari jumlah ini Rp900 Juta untuk promosi dan pelaksanaan Rp600 Juta, sisanya menjadi tanggungan daerah.

“Membangun sebuah pariwisata tidak semudah membalikan telapak tangan, Bali bisa seperti sekarang setelah dipromosikan selama hampir 100 tahun, sejak 1920. Saya yakin NTB dapat melakukan akselerasi untuk dapat mempercepat kemajuan di bidang pariwisata,” tegas Pitana.

Festival Pesona Tambora pertama kali digelar pada 2015 lalu, bertepatan dengan 200 tahun meletusnya Gunung Tambora di Pulau Sumbawa yang terjadi pada 1815 silam.

Lebih Semarak

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal menyatakan Festival Pesona Tambora menjadi salah satu kegiatan Wonderful Indonesia yang mendapat dukungan Kemenpar.

“Persiapan sudah kami lakukan bersama lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa yang nantinya dilibatkan untuk menyukseskan kegiatan tersebut,” katanya.

“Akan ada 16 kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Pesona Tambora 2018 ini, dimulai dengan Pawai Budaya pada 1 April, Pameran Foto Budaya dan Pesona Tambora 2-7 April, Gemar Makan Ikan 4 April, Gema Budaya Religius 5 April, Ngaha Kawiri 6 April, Festival Kuliner 7 April, Tambora Challenge 320 k 4-7 April, Festival Mantar, Upacara Cera Labu April, Festival Jagung dan Kopi Tambora 10-11 April, Sepeda Wisata 10 April, Hiburan Rakyat 10-11 April, Lomba Mancing, Trail Adventure, Transplantasi Karang dan Puncak Festival Pesona Tambora 11 April di Doro Ncanga, tentu akan lebih semarak dari tahun sebelumnya,” ungkap Faozal.

“Seperti halnya Bau Nyale, Gunung Tambora dilihat dari sejarahnya saja sudah menjadi branding tersendiri, tinggal bagaimana mengemasnya agar menjadi daya tarik bagi wisatawan. Dari sisi destinasi Gunung Tambora selalu ramai oleh para pendaki,” pungkasnya. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com