Praya, LombokInsider.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memastikan puncak perayaan Festival Pesona Bau Nyale 2019 jatuh pada 24-25 Februari mendatang. Hal ini ditegaskan oleh Sekda Loteng Nursiah saat jumpa pers bersama media di Hotel D’Max, Praya, Loteng pada Rabu (23/1).

“Setelah melakukan beberapa pertemuan awal dan juga berdasarkan hasil dari perumusan yang dilakukan oleh tokoh adat dan masyarakat berdasarkan perhitungan berdasarkan kalender Sasak maka telah diputuskan bahwa acara puncak Festival Pesona Bau Nyale 2019 akan dilaksanakan pada 24-25 Februari mendatang,” jelas Nursiah.

Nursiah juga memastikan bahwa sebagai salah satu even yang masuk dalam 100 wonderful event nasional pihaknya terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas even, karena dukungan yang diberikan pihak Kementrian Pariwisata dan juga Dispar Provinsi tentunya memiliki tolak ukur yang harus terus ditingkatkan setiap tahunnya.

“Dengan adanya dukungan dari pusat dan pemprov kepada kami di Pemkab Loteng, tentunya dapat meningkatkan kualitas even terutama dari segi inovasi, kreatifitas, promosi serta pendanaan. Selain itu, seluruh jajaran SKPD Loteng siap untuk bersinergi dengan Dispar NTB untuk memberikan kemasan terindah pada acara Festival Pesona Bau Nyale 2019 ini,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal menjelaskan bahwa lokasi dari pelaksanaan Festival Pesona Bau Nyale ini merupakan salah satu kawasan yang tidak terdampak gempa yang mengguncang NTB pada Agustus-September lalu.

“Kita sangat bersyukur bahwa kawasan Mandalika ini menjadi salah satu kawasan yang tidak terdampak gempa, sehingga bisa memberikan kepercayaan kepada wisatawan untuk datang dalam rangka Bau Nyale,” jelas Faozal.

Faozal juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai promosi terhadap kawasan ini, yang memang tidak terdapampak bencana dan juga sudah sangat dikenal oleh dunia luar tentang keindahan pantainya.

“Untuk saat ini Long of Stay wisatawan yang berkunjung ke kawasan Mandalika ini adalah yang terlama untuk seluruh destinasi kita yang ada di NTB mencapai 7-10 hari. Karena memang wisatawan yang datang sangat menikmati keindahan marine tourism kita yang ada disini,” katanya.

“Tahun ini Festival Pesona Bau Nyale memang telah masuk dalam Calender 100 Wonderful Even Kemenpar RI, ini setelah mengalami kurasi yang ketat dari beberapa kurator yang ikut menilai kelayakan dari sebuah even yang diajukan daerah kepada kementrian,” jelas Esthy Reko Astuti, Staf Ahli Kemenpar RI bidang Multikultural.

Esthy yang sebelumnya menjabat Deputi Kementerian Pariwisata Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara ini menambahkan bahwa ada beberapa kritetia sebuah even dapat masuk dalam Calender 100 Wonderful Event. Diantaranya, kontinu/berkelanjutan, direct impact atau daya tarik bagi kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, indirect impact atau keterlibatan masyarakat luas terutama dampak perekonomian.

“Komitmen pemda setempat untuk meningkatkan pengelolaan even tersebut juga menjadi penilaian penting sebuah even untuk dapat masuk dalam daftar 100 Wonderful Even,” tegas Esthy.

Selain Bau Nyale, pada 2019 ini, ada tiga even wisata NTB yang juga masuk dalam Calender 100 Wonderful Event Kementrian Pariwisata, yakni Festival Pesona Tambora, Pesona Khazanah Ramadhan dan Festival Pesona Moyo. (LI/AA)

 

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com