Bima, LombokInsider.com – Pada Minggu (9/4) Kota Bima dan Kabupaten Bima menjadi tuan rumah dua festival sekaligus, yakni Festival Lawata dan Kalaki. Masih dalam rangkaian peringatan dahsyatnya letusan Gunung Tambora dalam Festival Pesona Tambora (FPT) pada 11 April 2017, yang saat ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Puncak acara akan dilaksanakan di Padang Savana, Doro Ncanga, Dompu – NTB.

SENI. Tarian Khas Bima,  Menceritakan Tentang Sekelompok Gadis yang Sedang Membuat Kain Tenun/Sarung pada Festival Lawata, Minggu (9/4).

Potensi Wisata Pantai Lawata

Festival Lawata diisi dengan pembukaan berupa pentas seni tari dari Bima dan Lombok, merupakan perpaduan antara dua pulau yang ada di NTB, lomba renang, perahu hias, bakar dan makan ikan bersama serta quiz berhadiah. “Melihat potensi wisata berupa teluk yang indah dan memang telah lama pantai ini menjadi salah satu pantai favorit bagi masyarakat Bima untuk berlibur, maka dipastikan kedepannya dapat menjadi destinasi wisata unggulan di NTB,” jelas Wagub H. Muh. Amin, saat memberikan sambutan.

Wagub juga selalu mengingatkan untuk selalu memperhatikan pembangunan sarana dan prasarana dasar seperti, jalan, air dan listrik, hal yang sama juga ditegaskannya pada saat meresmikan Taman Wisata Kalaki sekaligus Information Tourism Center (ITC) yang berada di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima.

Sebagai bagian dari FPT, tentunya kedua fesival ini Lawata dan Kalaki secara tidak langsung menjadi promosi bagi daerah Bima yang terbagi menjadi Kabupaten dan Kota Bima. Nama Lawata sebagai sebuah pantai dengan teluknya yang cukup indah dipastikan terangkat. Pagi itu acara dirangkai juga dengan perayaan HUT Kota Ke-15 yang jatuh pada (10/4), Festival Pesona Lawata berlangsung meriah.

PARADE. Lomba Perahu Hias, Meramaikan Festival Lawata pada Minggu Pagi (9/4).

Sementara Walikota Bima HM. Quraish Abidin mengatakan bahwa pihaknya akan membangun infrastruktur baru destinasi wisatanya, juga pembenahan Pantai Lawata. “Kami akan mengembangkan destinasi Pantai Lawata ini agar lebih baik lagi, dengan segenap kemampuan daerah yang kita miliki,” tegas orang nomor satu di Kota Bima ini.

Demikian juga dengan Kadispar Bima Suprianto Msi menjelaskan bahwa acara ini dihajatkan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. “Khususnya Kota Bima agar tidak larut dalam kesedihan pasca banjir bandang yangmenerjang Kota Bima, bahkan hingga dua kali beruntun dalam waktu beberapa bulan ini,” jelasnya.

RESMI. Taman Wisata Kalaki Diresmikan Kemari Sore, Minggu (9/4), oleh Wagub NTB.

Peresmian Taman Wisata Kalaki

Pada sore harinya, Wagub Muh. Amin juga meresmikan Taman Wisata Kalaki yang berada di wilayah Kabupaten Bima. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Bupati Bima, Indah Damayanthi Putri, untuk melaporkan progamnya. Acara diisi dengan peresmian Taman Wisata Kalaki sekaligus Information Tourism Center (ITC) yang berada di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima, serta pameran ekonomi kreatif.

Bupati menambahkan, pihaknya sangat berterima kasih atas dukungan Pemprov dalam hal ini Wagub dan Kadispar NTB, terhadap kemajuan pariwisata di Kabupaten Bima, khususnya dan NTB pada umumnya.

MBOJO. Kain Khas Mbojo. Dipamerkan pada Peresmian Taman Kalaki.

Indah berjanji bahwa apa yang menjadi titipan Pemprov ini, akan dijaga baik-baik, serta berharap akan selalu terjalin sinergitas antara Pemkab dan Pemprov. Selain itu Bupati juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung peresmian Taman Wisata Kalaki ini. “Taman ini In Sya Allah akan menjadi tempat silaturrahim bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Bima dan sekitarnya,” pungkas Bupati wanita pertama di NTB ini.

Keikutsertaan TNI dan Polri pada pelaksanaan FPT kali ini juga sangat membantu Pemprov untuk mensukseskan FPT 2017. TNI-AL misalnya, mereka meminjamkan KRI. Teluk Mandar yang digunakan sebagai tempat Seminar Sakosa dan Pameran Ekonomi Kreatif. Demikian halnya dengan TNI-AU yang akan menerjunkan 18 anggota Paskhasnya pada acara puncak esok pagi (11/4). (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com