Mataram, LombokInsider.com – Sebagai bagian dari kegiatan Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2017, Dinas Pariwisata (Dispar) NTB gelar “Festival Kota Tua Ampenan” (25-27/8). Diketahui Ampenan menyimpan sejarah kejayaan sebuah kota industri di masa lalu, pada jaman Belanda hingga sekitar 1979, dermaga pelabuhan Ampenan menjadi pusat industri, tempat orang berangkat haji dan bongkar muat barang dagangan dari berbagai tujuan, baik dalam maupun luar negeri.

Reuni Kejayaan Kota Tua Ampenan

ATRAKSI. Barongsai Telaga Emas Ampenan, Menghibur Undangan, pada Festival Kota Tua Ampenan.

Berbagai even yang dilaksanakan dalam Festival Kota Tua Ampenan ini, diantaranya Festival Kopi, Food Street Festival, Pameran Foto Kota Tua Tempo Doeloe, Parade Lintas Etnik, dan Senandung Pantai Ampenan (Lagu-Lagu Lama), sebagai reuni kejayaan Kota Ampenan Tempo Dulu.

Ampenan merupakan daerah yang multi etnis. Ada kampung Tionghoa, Bugis, Melayu, Jawa, Arab dan Bali di sini. Masyarakatnya sangat heterogen namun hidup rukun. Kekhasan ini pula yang menjadi salah satu daya tarik Ampenan selain pelabuhannya yang memiliki kekayaan historis.

Sore kemarin Jum’at (25/8), puluhan anggota komunitas sepeda ontel, mengenakan aksesoris pakaian tempo dulu berkeliling Kota Mataram berawal dari Islamic Center, sebelum akhirnya finish di eks Pelabuhan Ampenan. Semua dalam rangka memeriahkan gelar Festival Kota Tua Ampenan.

Selain komunitas sepeda ontel, tampak dibelakangnya juga terlihat beriringan motor-motor keluaran 1970 dan mobil-mobil Jeep tua ala jaman perang dunia kedua, Willys, dengan pengendaranya juga menggunakan seragam seperti serdadu masa itu.Kedatangan rombongan ini, disambut meriah kesenian Barongsai dari sanggar seni Telaga Emas, Ampenan.

Atraksi, Pameran dan Bazaar

“Festival ini rencananya akan digelar selama tiga hari. Merupakan rangkaian BPLS 2017, yang telah dibuka secara resmi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB pada 18 Agustus lalu,” kata Sekretaris Dispar NTB, Endah Setyorini, mewakili Kadispar NTB, HL Moh. Faozal, pada laporannya.

“Singkatnya, berbagai atraksi yang menarik dan meriah akan dilaksanakan selama tiga hari penyelenggaraan Festival Kota Tua Ampenan, yaitu aneka atraksi seni budaya, musik, pameran industri kreatif, festival kopi, aneka macam kuliner, bazaar dan lainnya,” ungkap Endah, di hadapan Ketua BKOW NTB, Hj. Syamsiah Amin, Ketua DPD Asita NTB, Dewantoro Umbu Djoka dan Pimpinan Forkompinda serta SKPD Provinsi/Kota dan para tamu undangan lainnya.

KOMUNITAS. Pawai Sepeda Ontel Menjadi Perhatian Penonton yang Menghadiri Festival Kota Tua Ampenan, kemarin (25/8).

Pengembangan Destinasi Kota Tua Ampenan

Sementara Ketua DPRD Kota Mataram, Didi Sumardi, dalam sambutan sekaligus yang membuka kegiatan Festival Pesona Kota Tua Ampenan menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Pemprov NTB, dalam hal ini Dispar NTB, yang telah memilih salah satu destinasi pariwisata di Kota Mataram, yakni Kota Tua Ampenan sebagai lokasi penyelenggaraan dari rangkaian BPLS 2017.

“Adanya kegiatan seperti ini sekaligus akan semakin mengangkat popularitas Kota Tua Ampenan sebagai salah satu destinasi pariwisata di Kota Mataram, yang juga menjadi ikon kepariwisataan di NTB. Sehingga kedepan Kota Tua Ampenan ini semakin dikenal, dan kian banyak dikunjungi oleh para wisatawan,” harap Didi.

Ketua DPRD Kota Mataram ini mengakui, bahwa di Kota Mataram banyak destinasi-destinasi pariwisata yang belum tergali dan dikembangkan secara maksimal.

“Pengembangan Kota Mataram sendiri terbagi dalam kawasan-kawasan strategis, yang disesuaikan dengan fungsinya. Seperti kawasan strategis pariwisata, perdagangan, sosial budaya dan kawasan startegis yang berfungsi sebagai daya dukung untuk lingkungan hidup. Salah satu yang menjadi perhatian dan prioritas adalah pengembangan di sektor kepariwisataan, khususnya Kota Tua dan Pantai Ampenan yang banyak memiliki sejarah masa lalu,” paparnya.

“Saat ini kami sedang menyusun dan mempersiapkan regulasinya. Semoga dalam waktu dekat bisa selesai dan diberlakukan. Sehingga bisa menjadi landasan hukum yang kuat dalam pengembangan sektor kepariwisataan di Kota Mataram, khususnya destinasi wisata Kota Tua dan Pantai Ampenan,” pungkas Didi. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com