Mataram, LombokInsider.com – Festival Pesona Tambora memasui tahun ketiga pelaksanaannya pada 2017 ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya puncak acara akan dilakasanakan di Doro Ncanga, Bima. Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dispar NTB memiliki peranan penting dalam mensukseskannya, oleh karenanya Dispar mengambil 70% tanggung jawab pelaksanaannya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) NTB pada Jumpa Pers Festival Pesona Tambora yang dilaksanakan di Golden Tulip Hotel, pada Rabu (1/3).

FINAL. Suasana Rakor Festival Pesona Tambora, Rabu (1/3), Golden Tulip Hotel, Mataram.

Rakor Festival Pesona Tambora

“Hari ini merupakan proses finalisasi dari semua persiapan untuk pelaksanaan Festival Pesona Tambora 2017, oleh seluruh Kadispar se-Pulau Sumbawa. Kami di Dispar NTB mengambil 70% dari tanggung jawab yang ada dan sisanya 30% pembagian tugas oleh Kabupaten/Kota yang ada se-Pulau Sumbawa,” kata HL. Moh. Faozal. Orang nomor satu di Dispar NTB ini berharap dengan kerjasama yang terjalin dari seluruh pihak di Dispar se-Pulau Sumbawa, pelaksanaan Festival Tambora ini dapat mengangkat nama destinasi-destinasi wisata yang ada di Pulau Sumbawa.

Lebih Berwarna dan Atraktif

Faozal memastikan penyelenggaraan Festival Pesona Tambora 2017 yang akan lebih berwarna dan atraktif dari tahun sebelumnya, telah disepakati kegiatan Festival Pesona Tambora 2017 diselenggarakan 5-11 April. Hal ini ditegaskan pada Jumpa Pers usai melaksanakan Rapat Koordinasi Festival Pesona Tambora 2017 ditempat yang sama.

BERSAMA. Jumpa Pers Festival Pesona Tambora, Rabu (1/3).

Kegiatan akan dimulai dari Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima, hingga Kota Bima, bentuk kegiatannya, start Festival Tambora dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yakni Festival Mantar dan Paralayang. “Kita ingin mendorong KSB memiliki kegiatan berskala nasional dan internasional, serta lebih dikenal sebagai sebuah destinasi unggulan,” ujarnya.

Selain itu Lomba Lari Ultra Lintas Sumbawa sejauh 320 km juga mengambil start di Mantar. Usai dari KSB, dilanjutkan kegiatan di Kabupaten Sumbawa. Di Pulau Sumbawa ini menjadi perlintasan Tambora Challenge. “Kita juga gelar kegiatan bertemakan semalam di “Dalam Loka” yang menjadi ikon Sumbawa,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk di Kabupaten Bima, disuguhkan kawasan Samota, akan ada Festival Lawata.Kemudian untuk Kabupaten Dompu menjadi tuan rumah, walaupun aktivitasnya terbagi juga di kabupaten lain. Puncaknya pada 11 April dipusatkan di Doro Ncanga, Bima dengan pola sedikit berbeda. “Tahun ini ke Doro Canga. Nanti ada paket wisata yang kita susun bersama dengan Asita,” katanya.

Secara umum seluruh pihak dari setiap kabupaten/kota siap mendukung dan mensukseskan kegiatan tersebut. “Kita berharap mulai tahun ini promosi branding kegiatan Festival Pesona Tambora ini dapat lebih meningkat dengan daya tarik baru yang akan ditampilkan, sehingga dengungnya akan semakin jauh,” pungkas Faozal. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com