Mataram, LombokInsider.com – Saat ini Lombok dan Sumbawa telah menjadi destinasi atau tujuan utama dari penyelenggaraan sport tourism di Indonesia, baik yang bertaraf nasional maupun internasional. Sebut saja Festival Pesona Lakey di Dompu, Tambora Challenge, Paralayang Internasional, GFNY, Lombok Marathon, Rinjani 100, Mantar Paragliding, Rinjani Golf Tournament dan masih banyak lagi kegiatan sport tourism yang sekaligus menjadi ajang promosi bagi pariwisata Lombok dan Sumbawa.

“Media value dari sport tourism sungguh sangat luar biasa dampaknya untuk promosi wisata di daerah ini, Lombok dan Sumbawa. Contohnya untuk Tour de Lombok Mandalika (TdLM) 2018 ini. 18 tim dari 24 negara, yang ikut terlibat setengahnya adalah peserta asing,” kata Florida Pardosi, Kepala bidang Promosi Area II Regional III Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI.

Lebih lanjut, Florida menjelaskan bahwa secara jumlah, mungkin yang datang saat even tidak terlalu banyak, namun dampak dari news value tentang kegiatan ini sangat besar.

“Pesertanya mungkin memang hanya berapa, tapi news valuen dari pada penyelenggaraan sport tourism dapat mengangkat suatu destinasi. Contohnya dengan Lombok dan Sumbawa, apalagi salah satu dari sepuluh destinasi prioritas ada di Lombok ini (KEK Mandalika, red),” jelasnya, di garis finish, etape I TdLM 2018.

“Kita lihat saja dengan even TdLM 2018 ini, sejak pre event sudah dipromosikan dan dampaknya banyak peserta yang mendaftar dan melebihi target, bahkan sampai ada yang ditolak,” ucap Florida.

“Yang terpenting, berikan rasa aman dan nyaman karena beberapa dari para atlet peserta sport tourism, mereka membawa keluarga kesini. Jangan lupa siapkan juga atraksi dan destinasi sehingga lama tinggal di sini lebih panjang, transportasi dan infrastruktur penunjang harus diperhatikan,” tegasnya.

Senada dengan Florida, Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL. Moh. Faozal mengatakan bahwa dampak sport tourism terhadap kunjungan wisatawan sangat terasa.

“Dampaknya terhadap promosi kita sangat bagus untuk kunjungan wisatawan, kita berupaya kegiatan ini bisa capai target pemerintah, baik pusat maupun daerah,” jelas Faozal.

Faozal menuturkan, bahkan ada dua tim yang telah datang beberapa hari sebelum race dimulai.

“Ada yang sudah datang beberapa hari lalu, untuk mengetahui kondisi di lapangan. Kami berharap puluhan peserta yang ikut TdLM 2018 ini akan menjadi jembatan kita untuk berpromosi tentang Lombok dan Sumbawa dinegaranya,” tegas Kadispar NTB ini. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com