Memilih Lombok sebagai destinasi wisata adalah pilihan yang tepat. Pulau seribu masjid ini menawarkan kita bukan hanya pesona alam yang eksotik, melainkan kearifan lokal dan keseharian masyarakatnya pun wajib untuk di telusuri. Selama berlibur di Lombok, ada beberapa hal yang wajib anda coba. Karena menginjakkan kaki di Lombok tidaklah cukup jika hanya menikmati fasilitas hotel. Berkeliling dan mencoba sesuatu yang baru bisa jadi pengalaman yang tak terlupakan buat anda. Terutama  bagi anda yang pertama kali berkunjung ke Lombok. Berkeliling di Lombok akan terasa lebih menanttang jika anda mencoba beberapa hal berikut.

Mengendarai Cidomo

Sekilas lebih terlihat seperti Dokar yang sudah ada sejak lama di Jogja dan Bali. Hanya saja yang membedakanya dari Dokar adalah kendaraan ini menggunakan roda dan suspensi dari mobil. Keren kan? Cidomo adalah singkatan dari Cikar, Dokar dan Motor. Nyaris terlihat seperti gerobak mini yang ditarik oleh kuda. Sampai sekarang Cidomo masih bisa ditemukan di seluruh jalanan Kota, Desa dan tempat wisata di Lombok. Kendaraan tradisional ini muncul sebagai hasil dari kebiasaan masyarakat agraris Lombok. Kawasan pedesaaan di Lombok sangat menawan dipenuhi oleh hamparan sawah yang menawan. Penduduk asli Lombok juga mempuyai kebiasaan memelihara kuda. Hal ini memunculkan ide untuk membuat alat pengangkut hasil pertanian yang disebut cidomo. Dalam perkembangannya, Cidomo tidak hanya berfungsi sebagai pengangkut hasil-hasil pertanian, melainkan juga menghantarkan manusia ke sawah sawah warga yang jauh dari tempat bermukim. Nah, di masa kini cidomo, tidak hanya digunakan di pedesaan, tetapi cidomo pun sudah masuk ke daerah kota berfungsi sebagai alat transportasi yang merakyat. Hal lain yang membuat alat trransportasi ini digemari adalah ongkos naik cidomo yang relatif murah. Berkisar antara Rp 5000 sampai dengan Rp. 10.000 rupiah. Naik cidomo juga sangat aman dan relative ramah lingkungan.

Nah, di Pulau Gili, Lombok utara, Cidomo adalah alat transportasi andalan bagi penduduk lokal dan wisatawan domestic maupun mancanegara. Masyarakat di pulau ini tidak menggunakan kendaraan bermotor. Mungkin karena pulaunya yang kecil ya? Jadi bisa dibayangkan kalau ada mobil dan sepeda motor yang memenuhi pulau, mungkin tidak Gili tidak lagi eksotis.

Pergi ke Bukit Malimbu

Bawa kamera dan tas kecil anda. Keluar lah dari hotel untuk mencari Cidomo. Tanya pak kusir untuk menghantarkan anda ke bukit malimbu. Pak kusir pun denngan senag hati akan mengkantarkan anda sampai di tujuan. Kecepatan cidomo yang lambat, membuat anda dapat menikmati suasana di perjalanan. Bukit malimbu hanya berjarak beberapa kilometer dari kawasan wisata Senggigi. Bukit ini pun bisa dicek via google map. Jika sudah melihat tikungan ber pembatas jalan berwana biru, maka anda sudah sampai di  Bukit Malimbu.

Dari sini, anda bisa melihat keelokan Lombok, yang berupa pantai pasir putih dihiasi pohon kelapa yang tumbuh di sepanjang pesisir. Anda juga bisa melihat deburan ombak dari ketinggian. Dari bukit malimbu, anda juga bisa melihat pulau tiga Gili dengan dekat. Ada yang special disini. Bukan hanya melihat pesisir pantai yang indah, di bukit ini anda juga bisa melihat Gunung Agung menghiasi cakrawala penglihatan anda. Semua akan terasa sempurna jika anda tiba di saat sunset. Ketika matahari terbenam, Gunung Agung akan terlihat lebih jelas dan menawan. Ayo abadikan moment tersebut bersama teman teman anda.

Melihat Tradisi Nyongkolan

Di perjalanan anda menelusuri Lombok dengan cidomo di akhir pekan, barangkali anda akan menemui iring-iringan “Nyongkolan”. Nyongkolan adalah sebuah iring – iringan pengantin. Di tradisi nyongkolan, pengantin pria diiringi untuk sampai di rumah pengantin wanita. Uniknya, anda pasti akan terheran ketika anda meyaksikan para pengiring mengumbar joget dan tawa di bagian belakang. Para pengiring biasanya adalah keluarga, sahabat dan teman dari kedua mempelai. Biasanya, tradisi idat ini diiringi oleh penanpilan gendang beleq. Namun ketika instrument tersebut mulai terkenal, harga sewa pentasnya pun sangat mahal. Maka mereka menggantinya dengan alat music modern, seperti drum dan gitar.

Menyewa Sepeda di Gili Trawangan

Kendaraan bermotor adalah haram hukumnya untuk dibawa ke pulau tiga Gili. Selain menaiki Cidomo, bersepeda adalah pilihan lainnya yang musti anda coba di Gili Trawangan. Di kawasan ini banyak tersedia tempat sewa sepeda. Penduduk lokal sering memajang sepedanya di depan rumah untuk disewakan ke pengunjung domestic maupun mancanegara. Karena pulau ini kecil, menjelajahi Gili trawangan tidak perlu beberapa hari. Cukup sehari saja, anda sudah bisa megelilingi pulau. Bak di Amsterdam Belanda, anda bisa melihat wisatawan lain mengendarai sepeda. Keren kan?

About Author: Kasan Mulyono
Writer. Lecturer. Ph.D in Economics. Mine worker. PR veteran. Casual cyclist. Father of 4. Husband to Kartina. Moslem. Lives in Lombok & West Sumbawa, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: KasanMulyono2015 Email: k_mulyono@yahoo.com Twitter: KasanMulyono Instagram: KasanMulyono