Praya, LombokInsider.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) yang mengelola KEK Mandalika mendukung penuh Festival Pesona Bau Nyale 2019.

Direktur Konstruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan mengatakan, ITDC menegaskan komitmennya dalam mendukung setiap pagelaran even pariwisata dan budaya khas masyarakat Lombok di dalam kawasan.

“Tentu kita selalu mendukung, yang namanya festival kita dukung terus, tidak ada habis-habisnya,” ujar Ngurah di Pantai Seger, KEK Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Minggu (24/2) malam.

Ngurah juga mengucapkan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam perhelatan Festival Pesona Bau Nyale yang masuk dalam kalender pariwisata nasional 2019.

“Wisatawan menjadi yakin tinggi Lombok Tengah bagian selatan tetap kondusif dikunjungi karena melihat masyarakatnya bergembira. Wisatawan melihat ini sangat menyenangkan dan tentunya perekonomian masyarakat juga menggeliat,” kata Ngurah.

Menurutnya ajang tradisi dan budaya memiliki nilai lebih bagi wisatawan yang sedang berlibur di KEK Mandalika. Ngurah menilai pagelaran Festival Pesona Bau Nyale juga memiliki dampak positif terhadap kunjungan wisatawan ke KEK Mandalika.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah berharap Festival Pesona Bau Nyale 2019 memberikan dampak domino bagi perekonomian masyarakat yang banyak bergantung pada pariwisata, seperti sektor UMKM.

“Kita harap banyak turis datang, dengan banyak turis, ekonomi UMKM warga juga bangkit,” ucap Rohmi.

Rohmi menilai penyelenggaraan Festival Pesona Bau Nyale diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Lombok pada low season yang biasanya mengalami penurunan kunjungan.

“Kita tahu sekarang bukan high season tapi justru saat low season seperti ini kita gelar (Bau Nyale) dengan harapan mendorong kunjungan dan juga perekonomian,” kata Rohmi.

Festival Pesona Bau Nyale 2019 sendiri menjadi salah satu atraksi andalan bagi kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Acara puncak Festival Pesona Bau Nyale selalu digelar di Pantai Seger yang berada di dalam kawasan Mandalika. Pantai Seger sering dimanfaatkan wisatawan untuk berselancar lantaran memiliki kontur ombak yang mendukung. Pengunjung yang datang ke Pantai Seger juga bisa melihat patung-patung yang menggambarkan Putri Mandalika yang hendak membebaskan diri dari tiga laki-laki yang berusaha menahan di belakangnya.

Festival Pesona Bau Nyale digelar berdasarkan perhitungan tanggalan Sasak pada tanggal 20 bulan ke-10. Bau Nyale berasal dari kata Bau yang berarti menangkap dan Nyale yang memiliki arti cacing berwarna-warni dalam bahasa Sasak. Bau Nyale atau menangkap cacing laut merupakan sebuah tradisi yang sangat melegenda dan mempunyai nilai sakral tinggi bagi penduduk asli Pulau Lombok yakni Suku Sasak. Pesta Bau Nyale ini erat dengan sebuah cerita rakyat yang berkembang tentang hikayat seorang putri cantik bernama Mandalika. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com