Sembalun, LombokInsider.com – Pasca bencana gempa yang bertubi-tubi menghantam Pulau Lombok, tidak terkecuali Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), yang merupakan pintu pendakian Gunung Rinjani, sekaligus destinasi wisata terbaik dunia untuk tujuan berbulan madu, juga ikut sepi dari wisatawan.

Terkait itu, pemerintah, baik itu pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah, kini selain fokus memperbaiki berbagai kerusakan rumah warga maupun infrastruktur publik, juga mulai mempromosikan sektor kepariwisataan Sembalun. Salah satunya melalui Sembalun Hortikultura Festival, 29-30 September, yang merupakan program tahunan Dinas Pariwisata (Dispar) NTB.

Sembalun Hortikultura Festival yang juga merupakan rangkaian kegiatan Bulan Pesona Lombok Sumbawa (BPLS) 2018 ini, Dispar NTB selain masih tetap mengeksplore berbagai potensi yang ada di Kecamatan Sembalun, baik itu potensi keindahan alam dan seni budayanya. Dengan menggandeng Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Kementerian Pariwisata RI, dan Korem 162/WB, kegiatan Sembalun Hortikultura Festival juga semakin beragam.

“Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB memamerkan potensi produk-produk pertanian dan perkebunan atau hortikultura yang ada di Sembalun. Sementara pihak Korem 162/Wirabhakti, menggelar pengajian akbar yang dihadiri oleh Syech Ali Abdul Jaber, dan Kementerian Pariwisata RI yang dalam hal ini diwakili Poltekpar Negeri Lombok, melakukan program trauma healing bagi warga korban gempa,” kata Kepala Dispar NTB, HL Moh. Faozal dalam sambutan, Sabtu (29/9).

Diakui Faozal, gempa bumi beruntun yang melanda Pulau Lombok beberapa waktu lalu, dari sisi kepariwisataan memang sangat merugikan. Buktinya, ribuan warga Sembalun yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pariwisata menjadi terganggu.

“Namun kita tidak boleh larut dalam kesedihan dan keterpurukan. Kita harus bangkit bersama untuk memulihkan pariwisata NTB, demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Faozal.

Senada, Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dalam sambutan juga menyatakan bahwa gempa bumi memang sangat mempengaruhi berbagai sektor, tak terkecuali pariwisata NTB juga terganggu.

Selanjutnya kepada masyarakat, Danrem juga berpesan, bahwa TNI AD, khususnya prajurit Korem 162/WB, akan selalu ada di tengah warga yang membutuhkan bantuan.

“Apapun kebutuhan masyarakat, silahkan menghubungi kami, TNI AD. Kami akan siap sedia membantu masyarakat. Seperti misalnya sekarang, para prajurit bekerja dan saling bahu membahu dengan masyarakat Sembalun untuk membangun kembali berbagai infrastruktur maupun membersihkan puing-puing rumah warga yang hancur,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Husnul Fauzi, dalam sambutan mewakili Pemerintah Provinsi NTB, sekaligus membuka kegiatan Sembalun Hortikultura Festival secara resmi menyatakan, bahwa potensi Sembalun yang kaya dengan produk-produk pertanian dan perkebunan memang sudah seharusnya bangkit kembali.

“Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, seperti Sembalun Hortikultura Festival sekarang ini. Kami berharap akan mengembalikan lagi kejayaan Sembalun sebagai daerah sentra penghasil produk-produk pertanian dan perkebunan di Pulau Lombok,” harap Husnul.

“Disini peran pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi. Untuk itu, terima kasih kepada Kadispar NTB yang intens mempromosikan Sembalun melalui berbagai kegiatan wisatanya,” tegasnya. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com