Mataram, LombokInsider.com – Sebagai seorang pelaku pariwisata yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun, Askar DG Kamis sebelumnya banyak berkecimpung di dunia perhotelan, namun saat ini ia mulai beralih kepada pengembangan pariwisata berbasis masyarakat pedesaan.

“Saat ini kami berada pada tahap pembuatan tempat kegiatan untuk mengembangkan konsep baru Pariwisata Berbasis Masyarakat Pedesaan di Indonesia. Sebagai titik awal kami memiliki desa prototipe kami di Pulau Sumbawa dan akan memiliki desa lain di Pulau Lombok juga,” kata Askar di Mataram (1/4).

Hal ini menurutnya sangat penting, karena pada inisiatif ini memiliki konsep untuk memberdayakan masyarakat seperti kaum muda untuk mengoordinasikan dan mengelola kegiatan / pengalaman di setiap desa dan para wanita di desa untuk memulai usaha kecil mereka untuk menghasilkan makanan ringan, kerajinan tangan, menenun tangan dan lain-lain.

Untuk selanjutnya hal tersebut diatas disajikan kepada traveler yang mengunjungi desa mereka. Selain itu, rumah mereka akan menjadi akomodasi khas untuk pelancong dan kuliner asli, otentik, dan lezat akan ditawarkan kepada pengunjung.

“Kami mendorong orang atau komunitas untuk mengambil peran aktif terhadap kegiatan ini. Selain itu, kami mencoba membuat masyarakat memahami betapa pentingnya bagi kita semua untuk melestarikan budaya, lingkungan, nilai-nilai lokal, cara hidup, serta kuliner lezat yang otentik di setiap komunitas,” ujar pengusaha kuliner Bandar Sambal ini.

“Sebagian besar program kami adalah kegiatan berbasis pengalaman bagi semua tamu kami yang datang, untuk mengambil bagian dalam setiap kegiatan sehingga mereka mendapatkan pengalaman langsung bagaimana melakukan sesuatu dari masyarakat maka mereka akan mengetahui dan memahami masyarakat lokal lebih dalam tentang kehidupan, budaya, nilai-nilai mereka, seni sebagai juga kuliner,” jelas Askar.

Tujuan lain lanjutnya, dari hal-hal yang telah disebutkan di atas adalah mendapatkan tambahan kegiatan dan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat di daerah pedesaan sehingga mereka dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Selain itu, Askar menambahkan bahwa program ini juga sudah dapat diakses lebih detail infonya di tourism for SDGS, salah satu platform milik UNWTO.

“Inilah efek domino dari pariwisata, yakni berputarnya perekonomian masyarakat disekitar destinasi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai pelaku,” tegasnya. (LI)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com