Sembalun, LombokInsider.com – Empat rekor baru tercipta pada gelaran Rinjani 100, 2017 ini. Ini terjadi di nomor atau kategori 27 kilometer untuk peserta laki dan perempuan, demikian juga untuk kategori 36 kilometer laki dan perempuan. Hal ini dapat menjadi indikator, bahwa para peserta Rinjani 100 2017 ini dipenuhi oleh pelari tercepat.

Hal itu ditegaskan Race Director Rinjani 100 2017, Rudi Rohmansyah. “Dengan pecahnya empat rekor ini, artinya gaung kegiatan ini semakin luas terdengar. Sehingga Pelari-pelari yang belum ikut di tahun lalu merasa tertantang untuk berkompetisi dan munculah juara baru saat ini,” kata Rudi.

Alexander Stock berkebangsaan Austria berhasil menjadi pelari pertama yang mencapai garis finish pada nomor 36 K ini. Alexander mencatatkan waktu 6 jam 31 menit 33 detik. Padahal menurut Alexander baru dua tahun terakhir dia lebih intens berlari. “Ini sungguh pengalaman yang luar biasa, sangat menantang dan ekstrim, tapi saya menikmatinya. Rinjai Gunung terbaik tempat saya berlari,” ungkapnya di garis finish.

Alexander Stock mengaku baru pertama kali ke Indonesia, khusus untuk mengikuti Rinjani 100, dia datang bersama Sabrina Kweton, kekasihnya yang setia menunggunya selama berlomba. Rekor ini melampaui rekor sebelmunya atas nama Carlos Paz, Spanyol dengan catatan waktu 7 jam 44 menit 58 detik, pada 2016 lalu.

Sementara untuk pelari perempuan yang memecahkan rekor baru di kategori 36 kilometer adalah pelari Prancis Melissa Graye. Perempuan belia berusia 22 tahun ini merasa senang karena dia tidak menyangka bisa juara, bahkan memecahkan rekor.

“Saya tidak menyangka bisa membuat rekor. Ini kompetisi terbaik yang pernah saya ikuti dan saya sangat menikmatinya,” ujarnya saat finish di Sembalun, Lombok Timur, NTB.

Melissa mencatatkan waktu tempuh 8 jam 55 menit 37 detik dan menaklukkan rekor sebelumnya yang dicatatkan Vera Breuer, yang juga dari Prancis pada 2016 lalu, dengan waktu 10 jam 10 menit 55 detik.

Mellisa mengaku tidak mempersiapkan diri dengan cukup sebelum kompetisi dan hanya berlatih kurang lebih satu bulan dengan rutin berlari malam hari di kampung halamannya.

Ini untuk pertama kalinya ia berlomba di Indonesia dan menang. “Saya pasti akan kembali tahun depan,” jawabnya singkat.

Sementara untuk kategori kategori 27 kilometer, pelari Indonesia Akhmad Nizar keluar sebagai juara di kompetisi lari lintas alam Rinjani 100 dengan catatan waktu 4 jam 5 menit 56 detik, mengalahkan 78 peserta lainnya.

“Ini di luar dugaan, target saya justru di 3 jam 59 menit. Karena tadi sempat kram jadi agak terlambat,” ujar Akhmad saat finis di Sembalun.Torehan ini memecahkan rekor sebelumnya yang juga dicatatkan pelari Indonesia, Muslyadin dengan catatan 4 jam 41 menit 1 detik.

Pria asal Jember, Jawa Timur ini mengaku berlatih selama 1,5 bulan sebelum kompetisi Rinjani 100 dimulai dengan durasi latihan tiga sampai empat kali dalam seminggu. Dia berlatih di gunung yang ada di Malang. “Rinjani Gunung yang luar biasa, tanjakan dan medannya ekstrim banget, 2018 In Sya Allah coba naik ke 36 kilometer,” tegasnya.

Demikian juga untuk pelari perempuan di kategori yang sama yakni 27 kilometer, seorang ibu rumah tangga asal Indonesia, Sri Wahyuni berhasil menjadi juara pada kompetisi Rinjani 100 ini.

Tidak hanya juara, Sri juga memecahkan rekor dengan catatan waktu 5 jam 6 menit 10 detik, jauh lebih cepat dari catatan sebelumnya yang ditorehkan Amanda Edyawan, yaitu 7 jam 24 menit dan 33 detik. Luar biasanya, Sri mengaku tidak terlalu lama melakukan persiapan, karena sambil mengurus keluarga, yang merupakan tanggung jawab seorang ibu.

“Memang menjadi Target saya untuk pecahkan rekor, tapi ini di luar dugaan. Sebelumnya saya perkirakan hanya bisa finish dalam 6,5 jam, ternyata Tuhan berikan saya kekuatan untuk bisa menyelesaikan lomba lebih cepat,” ujar Sri di garis finish.

Rinjani 100 merupakan kompetisi lari lintas alam internasional yang diikuti oleh 500-an peserta dari 28 negara, termasuk Indonesia, yang telah lima kali berturut-turut di gelar. Kejuaraan ini mempertandingkan empat kategori yaitu 27, 36, 60 dan 100 kilometer. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com