Mataram, LombokInsider.com – Sebagai bagian dari Pariwisata NTB, karena menjadi gerbang masuk ke Lombok melalui Lombok Internatioal Airport (LIA), memberikan semangat untuk terus memperbaiki dan melakukan pembenahan, terutama pada peningkatan infrastruktur yang ada. Hal ini disampaikan GM Angkasa Pura I, I Gusti Ngurah Ardita, sebagai operator pengelola LIA.

Testimoni Stakeholder Pariwisata

“Selain hal itu, yang membanggakan kita di Lombok sudah sangat dikenal diluar baik nasional, regional dan internasional. Ini terbukti dengan capaian 3,4 juta orang pergerakan penumpang di LIA, selama 2016,” ujar Ardita saat memberikan testimoni di acara Coffee Morning Pesona Khazanah Ramadhan, di kantor Dispar NTB pada Jum’at (26/5).

Keberhasilan diatas menjadi catatan yang sangat membanggakan bagi Lombok, karena kenaikan jumlah pergerakan penumpang itu naik 34% dari tahun sebelumnya. “Ini hal yang luar biasa, bahkan untuk kelas dunia. Bahkan Dirut kami di Angkasa Pura juga ikut senang,” jelas GM Angkasa Pura ini. Menurut Ardita bahkan hingga April 2017 ini saja pergerakan penumpang di Lia telah mencapai 1,44 juta orang.

Angka ini tentunya menjadikan NTB harus optimis akan dapat mencapai target 3,5 juta orang kunjungan wisatawan yang telah ditetapkan pemerintah pusat, dalam rangka mendukung target nasional yakni sekitar 35 juta orang wisatawan ke Indonesia pada 2017 ini. Selain itu pihak Angkasa Pura bersama Dispar NTB terus berupaya untuk menarik minat dari maskapai penerbangan asing agar dapat melakukan penerbangan langsung ke LIA.

Data LIA ini juga didukung oleh pihak Badan Pusat Statistik NTB, yang juga hadir pada acara yang sama. Kepala BPS NTB Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa pihaknya mencatat dari data terakhir angka kunjungan wisatawan capai 17 ribu orang. “Ini baru yang tercatat di hotel bintang saja, karena memang survei kami di BPS hanya menyusur hotel bintang, sementara untuk non bintang hanya sample saja,” ungkap Endang saat memberikan testimonya.

Menurut Endang, angka ini bisa saja berbeda dengan data yang dimiliki Dispar, karena BPS tidak mendata kunjungan wisatawan yang menginap diluar hotel bintang, padahal justru mungkin bisa lebih banyak lagi. Endang juga ikut optimis target kunjungan wisatawan 3,5 juta orang akan dapat dicapai pada 2017 ini. Endang juga menegaskan bahwa aura pariwisata NTB diluar memang sudah sangat luar biasa, dengan berbagai potensi destinasi wisata yang ada saat ini.

“Mengapa kita optimis, karena dari data, lonjakan wisatawan selama 2016 berbanding dengan data 2015 saja terjadi kenaikan sebesar 53%,” ujarnya. Endang menambahkan lonjakan kedatangan wisatawan sering terjadi saat long weekend atau libur panjang. Namun Kepala BPS ini juga memberikan kritik dan saran, yang masih perlu mendapat perhatian adalah masalah kebersihan lingkungan destinasi serta ketersediaan toilet dan hal ini diakui oleh Kadispar NTB.

Bersama Untuk Pariwisata NTB

Pada Coffee Morning ini, Kadispar juga melaporkan bahwa Pesona Khazanah Ramadhan telah resmi dibuka Gubernur pada malam sebelumnya. Selain itu testimoni dari berbagai pihak termasuk dari INCA, PHRI, ASITA, APII dan juga HPI, seluruh pihak yang merupakan stakeholder pariwisata ini mendukung perkembangan dan kemajuan pariwisata NTB.

Pagi itu juga dilakukan pengukuhan Asosiasi Sales & Marketing Hotel, juga Hotel Front Liner, yang dihadiri perwakilan dari beberapa hotel yang ada di Kota Mataram, Senggigi dan juga Gili. Acara yang rutin diadakan oleh Dispar NTB ini, diharapkan dapat menjadi jalan menemukan solusi terhadap segala permasalahan seputar pariwisata yang ada di NTB, demi kemajuan bersama. (LI/AA)

About Author: Agus Apriyanto
Past Mine Worker (Corporate Communication Dept). Graphic Designer. Reporter/Editor. Father of 3 Children. Moslem. Lives in Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia. FB: Agus Apriyanto Email: agusborjuswp@gmail.com